Membaca surah Yasin dan al-waqi’ah menjadi amalan sehari-hari masyarakat muslim termasuk pada Jama’ah tabligh. Pada program masturah amalan ini di lakukan secara bersama-sama pada waktu tertentu. Hal ini menarik untuk di kaji bagaimana pelaksanaan amalan Surah Yasin dan al-waqi’ah pada program tersebut dan bagaimana pemahaman mereka yang sedemikian rupa bisa terbentuk terhadap pengamalan tersebut. Kajian ini merupakan studi living Qur’an dengan jenis penelitian lapangan (field reseach) atau penelitian kualitatif. Dengan menggunakan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi dan dianalisis dengan teori Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis tradisional, motivasi melakukan amalan adalah untuk mengamalkan syiar Islam sebagaimana yang dilakukan para ulama atau sahabat Nabi. Berdasarkan analisis affectually, motivasi dilakukannya amalan membaca Surat Yasin dan Al-Waqi’ah bagi para pelaku (konstituen) adalah meniru atau mencontoh kebiasaan para ulama awal. Berdasarkan analisis Instrumentally Rational, anggota masturah Jama’ah Tabligh mampu melaksakan pengamalan Surat Yasin dan Al-Waqi'ah baik secara finansial maupun personal. Berdasarkan analisis Achievable value atau nilai-rasional, adalah nilai teladan yang harus diperoleh para pelaku. Kesediaan untuk memberi dan membentuk solidaritas antar anggota merupakan bagian dari perilaku rasional nilai.
Copyrights © 2022