Antioksidan merupakan zat yang digunakan untuk menghambat atau menghalangi terjadinya radikal bebas. Senyawa polifenol merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki sifat antioksidan kuat. Tanaman daun jati (Tectona grandis) adalah tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri, antioksidan, dan antitoksik dikarenakan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder berupa tannin, antrakuinon, fenolik, antosianin, alkaloid, flavonoid, dan nathoquinon. Mendapatkan aktivitas antioksidan dari ekstrak aseton dan butanol daun jati (Tectona grandis). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan membuat 2 ekstrak daun jati menggunakan pelarut aseton dan pelarut butanol dimaserasi. Dilakukan secarakualitatif (uji tabung) maupun kuantitatif menggunakan metode antioksidan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Hasil menunjukan bahwa ekstrak aseton daun jati (Tectona grandis) dan ekstrak butanol daun jati (Tectona grandis) uji tabung didapatkan hasil positif adanya saponin, polifenol dan flavonoid. Uji aktivitas antioksidan nilai Inhibition Concentration 50 (IC50) yang menangkap 50% radikal FRAP yaitu sebesar 70,848 ppm dan 80,893 ppm termasuk dalam kategori kuat. Ekstrak aseton daun jati (Tectona grandis) dan ekstrak butanol daun jati (Tectona grandis) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode yang lainnya.
Copyrights © 2022