Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER

RE-IMAGINE PRINSEN PARK: MENGEMBALIKAN MEMORI MELALUI RUANG SENI PERTUNJUKAN

Callista Chrysilla (Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara)
Tony Winata (Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
23 Jan 2023

Abstract

Basically, entertainment is needed by humans to maintain their lives and everyone has their own way of getting entertainment, such as visiting entertainment places. However, with the growth of today's entertainment venues, such as malls and cafes, the once famous entertainment place have now become forgotten. One of them is Prinsen Park, or what is now known as Lokasari. Prinsen Park is an amusement park that was popular around 1900-1985, but is now experiencing a shift in function and memory into a shopping area known as the Taman Hiburan Rakyat Lokasari (THR Lokasari). THR Lokasari is also known of its nightlife and a negative image, so it is in stark contrast to the image of Prinsen Park, which used to be an entertainment place and a famous performing arts venue. In order to eliminate the negative image of THR Lokasari and restore its collective memory, THR Lokasari is redesigned through urban acupuncture while finding traces of the past. With programs that provide education about the history of Prinsen Park along with the arts at that time, people can reminisce about the past or gain new knowledge. In addition, this project can also meet the need for a third space in the area that uses performing arts and the circus as a medium for socializing. All in all, this project is expected to be able to restore a fading memory and bring back Lokasari’s positive image. Keywords:  Lokasari; Memory; Performing Arts; Prinsen Park; Urban Acupuncture Abstrak Pada dasarnya, hiburan sangat diperlukan manusia demi mempertahankan kehidupannya dan setiap orang pun memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan hiburan, salah satunya adalah mengunjungi tempat hiburan. Namun dengan pertumbuhan tempat hiburan sekarang, seperti mal dan juga kafe-kafe, tempat hiburan yang dulunya terkenal, kini menjadi terlupakan. Salah satunya adalah Prinsen Park, atau yang sekarang disebut sebagai Lokasari. Prinsen Park merupakan taman hiburan yang populer pada sekitar tahun 1900-1985, namun kini mengalami pergeseran fungsi dan memori menjadi kawasan perbelanjaan yang disebut sebagai Taman Hiburan Rakyat Lokasari (THR Lokasari). THR Lokasari juga identik dengan hiburan malam dan citra negatif, sehingga sangatlah bertolak belakang dengan citra Prinsen Park, yang dulunya merupakan taman hiburan dan tempat seni pertunjukkan yang tenar. Demi menghilangkan citra negatif dari THR Lokasari dan mengembalikan memori kolektifnya, maka THR Lokasari dirancang ulang dengan urban acupuncture, serta menggali jejak-jejak yang lampau. Dengan program-program yang memberikan edukasi mengenai sejarah Prinsen Park beserta dengan kesenian pada masa itu, masyarakat dapat bernostalgia terhadap masa lalu ataupun menambah pengetahuan baru. Selain itu, proyek ini juga dapat memenuhi kebutuhan akan ruang ketiga di kawasan yang menggunakan seni pertunjukkan dan sirkus sebagai media untuk bersosialisasi.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jstupa

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Social Sciences

Description

Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur ...