ABSTRAK Pola pikir sebagian masyarakat yang masih mengaitkan penyakit yang timbul sebagai akibat dari operasi Lapangan Banyu Urip, harapan bantuan -bantuan yang bersifat konsumtif serta tuntutan layanan kesehatan gratis yang bisa menimbulkan ketergantungan perlahan perlu dirubah dengan kesadaran sejak dini untuk mencegah munculnya penyakit melalui perilaku hidup bersih dan sehat dengan CERDIK serta intervensi lingkungan. Merubah perilaku memang tidak mudah dan perlu ketelatenan untuk menggugah kesadaran, tetapi secara perlahan bisa dilakukan jika kita terus menyampaikan, menyerukan dan bekerjasama dengan berbagai pihak terutama kader kesehatan dan pihak-pihak lain yang memiliki visi yang sama . Tetapi satu hal yang perlu dipahami, dalam melakukan gerakan perubahan, kita tetap harus bisa mengakomodir harapan masayarakat dan secara perlahan memberikan edukasi agar terjadi kemandirian. Metode pendekatan yang digunakan dalam program adalah merupakan kolaborasi dari pendekatan appreciative inquiry (AI) dan pendekatan Kesehatan dengan model Intervensi Keperawatan Komunitas. Pendekatan AI berfokus pada pencarian kekuatan dan inti positif dari komunitas termasuk keluarga untuk membangun visi yang akan dicapai bersama. Hasil dari program yaitu : kondisi umum pengetahuan warga tentang bau sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari hasil survey yang dilakukan dimana terdapat 88 % warga memahami tentang istilah Bau, jika busuk disebut bau dan dan wangi disebut “harum”, 79% mengetahui reaksi tubuh pada saat mencium bau, 79 % mengetahui bahwa bau dari lingkungan rumah tangga seperti selokan, timbunan kotoran sapi, tumpukan jerami busuk, telur busuk, & bau solar/bensin di bengkel dapat memicu seseorang mengalami mual, pusing, muntah dll, 53 % mengetahui Jika ada bau yang khas seperti selokan, timbunan kotoran sapi, tumpukan jerami busuk, telur busuk, & bau solar/bensin di bengkel yg dalam kadar rendah, secara alami dapat dinetralisir oleh tubuh, 31 % mengetahui jika Bau seperti telur busuk secara alami diproduksi oleh tubuh di dalam usus besar, 69 % mengetahui bahwa Pertolongan pertama pada orang yang diduga terkena paparan bau yang diperkirakan berasal dari wilayah proyek adalah dengan segera memindahkan ke tempat dengan udara segar, dan memastikan bebasnya jalan napas. Rekomendasi pihak puskesmas merasa sangat terbantu dengan adanya Tim Aku sehat karena bisa membantu menyediakan data untuk kebutuhan akreditasi dari kegiatan Keluarga Binaan yang dilakukan ditunjang dengan MoU yang telah dilakukan antara STIKes ICsada dengan Puskesmas Gayam. Keberadaan Tim Aku Sehat cukup membantu puskesmas dalam menangani kesehatan masyarakat di Desa sasaran. Kata Kunci : Aku Sehat, Kesehatan, Masyarakat
Copyrights © 2018