Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi untuk meningkatkan manajemen diri pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Upaya untuk penanganan pada penderita diabetes harus dilakukan secara integratif yaitu secara biopsikososial. Di dalam pelayanan kesehatan primer (Puskesmas) masih banyak dilakukan penanganan secara medis dan kurang memperhatikan secara psikologis. Oleh karena itu perlu adanya segera penanganan secara integratif termasuk psikologis. Sebagai penyakit kronis, penanganan terhadap diabetes dapat dilakukan dengan manajemen diri sehingga dapat mengkontrol gula darah bagi penderita. Di dalam penelitian ini akan dilakukan penangan atau intervensi psikologis kepada pasien diabetes mellitus tipe II. Intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan psikoedukasi berupa 1) pengenalan aspek psikologis yang mempengaruhi diabetes, 2) Cognitive Behaviour Therapy kelompok 3) memberikan mindfulness agar peserta menyadari dan menerima diri tentang penyakitnya, serta relaksasi untuk meringankan beban bagi penderita. Partisipan dalam penelitian ini ada 14 peserta dengan penyandang DM tipe II. Pengukuran dengan Skala Manajemen Diri Diabetes (SMDD). Analisis data kuantitatif menggunakan nonparametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Analisis data kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,021, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi dapat meningkatkan manajemen diri pada penyandangan diabetes mellitus tipe II. Kata kunci: psikoedukasi, manajemen diri, diabetes mellitustipe 2
Copyrights © 2018