Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL Gumulya, Jessica; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Psikologi Vol 11, No 01 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMahasiswa sekarang ini memiliki ketertarikan yang cukup besar untuk mengikuti ‘mode’ yang beredar di pasaran yang menyebabkan mahasiswa membeli tanpa memperhatikan kegunaan barang tersebut, atau dengan kata lain adanya kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah konsep diri. Konsep diri dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli. Kata kunci: konsep diri, perilaku konsumtif, mahasiswa Universitas Esa Unggul
PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL Gumulya, Jessica; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Psikologi Vol 11, No 01 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMahasiswa sekarang ini memiliki ketertarikan yang cukup besar untuk mengikuti ‘mode’ yang beredar di pasaran yang menyebabkan mahasiswa membeli tanpa memperhatikan kegunaan barang tersebut, atau dengan kata lain adanya kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah konsep diri. Konsep diri dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli. Kata kunci: konsep diri, perilaku konsumtif, mahasiswa Universitas Esa Unggul
PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN MANAJEMEN DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KEBON JERUK Wijaya, Yeny Duriana; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Psikologi Vol 16, No 02 (2018): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of the study was to determine the effectiveness of psychoeducation to improve self-management in persons with type 2 diabetes mellitus. Efforts to treat diabetics must be done integratively, namely biopsychosocial. In primary health care (Puskesmas) there are still many medical treatments and psychologically less attention. Therefore it is necessary to immediately handle integratively including psychological. As a chronic disease, treatment of diabetes can be done by self-management so that it can control blood sugar for sufferers. In this study, psychological intervention or intervention will be carried out to patients with type II diabetes mellitus. Interventions carried out in this study were carried out by giving psychoeducation in the form of 1) introduction of psychological aspects that affect diabetes, 2) Cognitive Behavior Therapy group 3) providing mindfulness so participants realize and accept themselves about their illness, and relaxation to ease the burden on sufferers. The participants in this study were 14 participants with type II DM. Measurements with the Diabetes Self Management Scale (SMDD). Quantitative data analysis using nonparametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Analysis of qualitative data from observations and interviews. The results of data analysis show that the probability is 0.021, this value indicates that the probability is below 0.05. So it can be concluded that psychoeducation can improve self-management in the treatment of type II diabetes mellitus. Keywords: psychoeducation, self management, diabetes mellitus 2AbstrakTujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi untuk meningkatkan manajemen diri  pada penyandang diabetes mellitus tipe 2.  Upaya untuk penanganan pada penderita diabetes harus dilakukan secara integratif yaitu secara biopsikososial. Di dalam pelayanan kesehatan primer (Puskesmas) masih banyak dilakukan penanganan  secara medis dan kurang memperhatikan secara psikologis. Oleh karena itu perlu adanya segera penanganan secara integratif termasuk psikologis.  Sebagai penyakit kronis, penanganan terhadap diabetes dapat dilakukan dengan manajemen diri sehingga dapat mengkontrol gula darah bagi penderita. Di dalam penelitian ini akan dilakukan penangan atau intervensi  psikologis kepada pasien diabetes mellitus tipe II.  Intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan psikoedukasi berupa 1) pengenalan aspek psikologis yang mempengaruhi diabetes, 2) Cognitive Behaviour Therapy kelompok  3) memberikan mindfulness agar peserta menyadari dan menerima diri tentang penyakitnya, serta  relaksasi untuk meringankan beban bagi penderita. Partisipan dalam penelitian ini ada 14 peserta dengan penyandang DM tipe II. Pengukuran dengan Skala Manajemen Diri Diabetes (SMDD).  Analisis data kuantitatif menggunakan nonparametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Analisis data kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,021, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi dapat meningkatkan manajemen diri pada penyandangan diabetes mellitus tipe II. Kata kunci: psikoedukasi, manajemen diri, diabetes mellitustipe 2
KEBERSYUKURAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PADA WANITA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL Wijaya, Yeny Duriana; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Psikologi Vol 17, No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of the study was to determine the effectiveness of the gratitude intervention to improve subjective welfare for victims of sexual abuse. Many of the effects of sexual abuse include low of self-confidence,low of self-esteem, depression, anxiety, fear of rape and increased fear of other criminalacts. This condition causes the woman becoma low of well being , which tends to feel dissatisfied with their lives, does not feel happiness and often feels negative emotions such as anxiety and anger. Therefore, it is necessary to handle efforts so that victims of sexual abuse can improve their welfare. One way that can be done is to provide a gratitude intervention. Gratitude is the construction of cognitive, emotional, and behavioral. Gratitude as cognitive construction is shown by recognizing the generosity and kindness of the blessings that have been received and focusing on the positive things in him today. As an emotional construction, gratitude is characterized by the ability to change the emotional response to an event so that it becomes more meaningful. Quantitative data analysis using nonparametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Qualitative data analysis from observations and interviews. The result of data analysis shows that the probability is 0.021, this value indicates that the probability  is  below  0.05.  So  it  can  be  concluded  that  the  gratitude  intervention  can  improve subjective well-being of sexually abused victim Keywords: Gratitude, subjective well-being, women victims of sexual abuse  AbstrakTujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi kebersyukuran untuk meningkatkan kesejahteraaan subjektif pada korban pelecehan seksual. Banyak dampak yang diakibatkan  oleh  pelecehan  seksual  diantaranya  adalah  menurunnya  harga  diri,  menurunnyakepercayaan diri, depresi, kecemasan, ketakutan terhadap perkosaan serta meningkatnya ketakutanterhadap  tindakan-tindakan  kriminal  lainnya.  Kondisi  ini  menyebabkan  kesejahteraan  seseorang rendah, yaitu cenderung merasa tidak puas dengan kehidupannya, tidak merasakan kebahagiaan dan sering merasakan emosi negatif seperti kecemasan dan kemarahan. Oleh karena itu diperlukan upaya penanganan supaya korban pelecehan seksual dapat meningkatkan kesejahteraannya. Salah satu cara yang   dapat   dilakukan   adalah   dengan   memberikan   intervensi   kebersyukuran.   Kebersyukuran merupakan konstruksi kognitif, emosi, dan perilaku. Kebersyukuran sebagai konstruksi kognitif ditunjukkan dengan mengakui kemurahan dan kebaikan hati atas berkah yang telah diterima dan fokus terhadap hal positif di dalam dirinya saat ini. Sebagai konstruksi emosi, kebersyukuran ditandai dengan kemampuan mengubah respons emosi terhadap suatu peristiwa sehingga menjadi lebih bermakna.  Analisis  data  kuantitatif  menggunakan  nonparametrik  Wilcoxon  Signed  Ranks  Test  . Analisis data kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,021, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa intervensi kebersyukuran dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif pada korban pelecehan seksual Kata kunci :kebersyukuran, kesejahteraan subjektif, wanita korban pelecehan seksual
PKM PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN PEMAHAMAN MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING MATAKULIAH MIPA DI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Manurung, Alberth Supriyanto; Ummanah, Ummanah; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 8, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v8i02.5043

Abstract

Pembelajaran Cooperative Learning adalah Model tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep berhubungan satu sama lain. Dalam konsepnya selalu berhubungan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Pembelajaran Cooperative Learning dalam bentuk Peningkatan keterampilan dan pemahaman mahasiswa bukan hanya sekedar meningkat rasa ingin tahu tapi selalu berkembang sesuai perkembangan zaman, Pembelajaran Cooperative Learning adalah model yang bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan proses pembelajaran pada mahasiswa. Berdasarkan hasil observasi di FKIP, FPsi dan Fikom Universitas Esa Unggul pada proses pembelajaran mahasiswa masih menggunakan cara belajar yang konvensional atau berpusat pada Dosen sebagai pemberi informasi, dengan adanya PKM Peningkatan keterampilan dan pemahaman mahasiswa melalui pembelajaran cooperative learning dibagi atas prakondisi dengan pretest dengan pembagian angket kemudian dilanjutkan 4 tahapan yaitu tahap 1 adalah sosialisasi diikuti tahap 2 adalah coaching clinik untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan mahasiswa yng berbentuk refleksi dan tahap 3 adalah Peningkatan keterampilan dan pemahaman mahasiswa dalam bentuk praktek dan terakhir adalah tahap 4 merupakan evaluasi kegiatan yang diharapkan meningkatkan kualitas yang baik dari setiap konsep pengerjaan masalah dalam bentuk aplikasi soal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk PKM Peningkatan keterampilan dan pemahaman mahasiswa melalui Pembelajaran Cooperative Learning adalah untuk menambah ilmu pngetahuan yang tiap waktu mengalami perubahan. Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh mahasiswa di FKIP, FPsi dan Fikom Universitas Esa Unggul.Kata kunci : Pembelajaran Cooperative Learning, model logika, keterampilan
Penerimaan Diri Sebagai Mediator Hubungan antara Religiusitas dengan Kecemasan pada Penyandang Diabetes Mellitus Tipe 2 Mariyana Widiastuti; Kwartarini Wahyu Yuniarti
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 22 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol22.iss1.art1

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang bersifat kronis dan penyandangnya tidak dapat sembuh secara sempurna. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pasiendiabetes rentan mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara religiusitas dengan kecemasan melalui penerimaan diri sebagai mediator pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini melibatkan 78 orang penyandang diabetes mellitustipe 2 yang berusia 40-70 tahun. Pengumpulan data menggunakan 3 alat ukur yaitu SkalaReligiusitas, Skala Penerimaan Diri dan Skala Kecemasan. Data dianalisis menggunakan analisis mediasi Sobel test. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ada 3, yaitu: (1) ada hubungan negatif antara tingkat religiusitas dengan kecemasan pada penyandang diabetes mellitus tipe 2,(2) ada hubungan positif antara tingkat religiusitas dengan penerimaan diri pada penyandang diabetes mellitus tipe 2, (3) ada hubungan negatif antara tingkat religiusitas melalui penerimaan diri dengan kecemasan pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Hasil penelitian menunjukkanbahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kecemasan pada penyandang diabetes tipe 2, dengan (β) sebesar -0,5912; p=0,0263 (p<0,05). Ada hubunganpositif yang signifikan antara religiusitas dengan penerimaan diri pada penyandang diabetes tipe2, dengan (β) sebesar 0,5134; p=0,0006 (p<0,01). Analisis mediasi Sobel Test menunjukkan ada hubungan negatif antara religiusitas melalui penerimaan diri dengan kecemasan pada penyandang diabetes tipe 2 sebesar -0,6961; p=0,0019 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkanbahwa penerimaan diri menjadi mediator hubungan antara religiusitas dengan kecemasan pada penyandang diabetes tipe 2.Kata kunci: religiusitas, penerimaan diri, kecemasan, diabetes mellitus tipe 2
BAGAIMANA PSIKOEDUKASI DAPAT MENINGKATKAN SIKAP GURU TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS? Mariyana Widiastuti; Yeny Duriana Wijaya
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v5i1.5987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas psikoedukasi untuk meningkatkan sikap positif guru dalam menghadapi anak yang memiliki kebutuhan khusus pada proses pembelajaran di kelas. Metode penelitian adalah Quasi-experimental dengan desain The One Group Pretest-Post test Design. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan survei menggunakan skala sikap yang diberikan melalui pretest dan post test untuk mengukur aspek kognitif, afektif, dan perilaku guru terhadap anak berkebutuhan khusus. Intervensi yang dilakukan adalah dengan memberikan psikoedukasi kepada 18 orang guru yang merupakan perwakilan dari 6 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Makassar Kota Jakarta Timur yang berupa pengenalan anak berkebutuhan dan sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam memfasilitasi anak berkebutuhan khusus belajar di kelas. Analisis data kuantitatif menggunakan nonparametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,019, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi dapat meningkatkan sikap para guru dalam memfasilitasi anak berkebutuhan khusus yang diukur melalui perbedaan nilai pretest dan posttest.
SIKAP GURU DAN TENAGA PENDIDIK TERHADAP ANAK USIA DINI YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS Mariyana Widiastuti; Yeny Duriana Wijaya; Sandfreni .
MOTORIC Vol 4 No 2 (2020): Vol 4 No 2 Desember 2020
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study was to determine the attitudes of teachers and educators in dealing with early childhood who have special needs in the learning process in the classroom. This type of research is a quantitative descriptive study. The data in this study were obtained through observation, interviews, and surveys using an attitude scale that measures cognitive, affective, and behavior of teachers and educators towards early childhood with special needs. The results showed that 17 subjects had good knowledge about children with special needs, 17 subjects (100%) had bad emotions towards children with special needs, and 17 subjects (100%) had bad behavior towards children with special needs.
KEBERSYUKURAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PADA WANITA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL Wijaya, Yenny Duriana; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 17, No 01 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v17i01.13

Abstract

The purpose of the study was to determine the effectiveness of the gratitude intervention to improve subjective welfare for victims of sexual abuse. Many of the effects of sexual abuse include low of self-confidence,low of self-esteem, depression, anxiety, fear of rape and increased fear of other criminal acts. This condition causes the woman becoma low of well being , which tends to feel dissatisfied with their lives, does not feel happiness and often feels negative emotions such as anxiety and anger. Therefore, it is necessary to handle efforts so that victims of sexual abuse can improve their welfare. One way that can be done is to provide a gratitude intervention. Gratitude is the construction of cognitive, emotional, and behavioral. Gratitude as cognitive construction is shown by recognizing the generosity and kindness of the blessings that have been received and focusing on the positive things in him today. As an emotional construction, gratitude is characterized by the ability to change the emotional response to an event so that it becomes more meaningful. Quantitative data analysis using nonparametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Qualitative data analysis from observations and interviews. The result of data analysis shows that the probability is 0.021, this value indicates that the probability is below 0.05. So it can be concluded that the gratitude intervention can improve subjective well-being of sexually abused victim Keywords: Gratitude, subjective well-being, women victims of sexual abuse
PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN MANAJEMEN DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KEBON JERUK Wijaya, Yeny Duriana; Widiastuti, Mariyana
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 16, No 02 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v16i02.5

Abstract

Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi untuk meningkatkan manajemen diri  pada penyandang diabetes mellitus tipe 2.  Upaya untuk penanganan pada penderita diabetes harus dilakukan secara integratif yaitu secara biopsikososial. Di dalam pelayanan kesehatan primer (Puskesmas) masih banyak dilakukan penanganan  secara medis dan kurang memperhatikan secara psikologis. Oleh karena itu perlu adanya segera penanganan secara integratif termasuk psikologis.  Sebagai penyakit kronis, penanganan terhadap diabetes dapat dilakukan dengan manajemen diri sehingga dapat mengkontrol gula darah bagi penderita. Di dalam penelitian ini akan dilakukan penangan atau intervensi  psikologis kepada pasien diabetes mellitus tipe II.  Intervensi yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan psikoedukasi berupa 1) pengenalan aspek psikologis yang mempengaruhi diabetes, 2) Cognitive Behaviour Therapy kelompok  3) memberikan mindfulness agar peserta menyadari dan menerima diri tentang penyakitnya, serta  relaksasi untuk meringankan beban bagi penderita. Partisipan dalam penelitian ini ada 14 peserta dengan penyandang DM tipe II. Pengukuran dengan Skala Manajemen Diri Diabetes (SMDD).  Analisis data kuantitatif menggunakan nonparametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Analisis data kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,021, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi dapat meningkatkan manajemen diri pada penyandangan diabetes mellitus tipe II. Kata kunci: psikoedukasi, manajemen diri, diabetes mellitustipe 2