Agar tetap kompetitif, para pelaku industri manufaktur senantiasa berusaha agar proses produksinya tetap kompetitif dan berusaha mencari metode untuk meningkatkan kualitas, efisiensi dan produktivitas melalui perawatan berkala terhadap mesin-mesin produksi yang dimiliki. Mesin-mesin yang beroperasi 24 jam/hari memiliki kemungkinan mengalami kerusakan mesin (breakdown). Penelitian ini berfokus pada proses mixing, dengan tujuan mencegah breakdown mesin sehingga proses mixing dapat terus berjalan sesuai target. Data studi kasus menunujukkan persentase rata-rata breakdown tertinggi terjadi pada mesin proses mixing sebesar 7,23%. Perhitungan Availibility, Performance dan Quality (APQ) dilakukan untuk dapat mengkalkulasi nilai Overall Equipment Effectiveness. Kemudian dilakukan pendekatan Six Big Losses untuk mengetahui penyebab-penyebab utama ketidaksesuaian. Perhitungan dengan pendekatan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR) dilakukan. Berdasarkan pendekatan-pendekatan tersebut, usulan-usulan perbaikan dan preventive maintenance guna meningkatkan usia mesin direkomendasikan.
Copyrights © 2022