Pada usia 3-6 tahun merupakan masa peka pada anak yang dimana fungsi tertentu perlu untuk dirangsang dan diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Anak gemar untuk melakukan permainan karena dianggap wajib sekaligus menyenangkan bagi anak yang dijadikan sebagai salah satu kegiatan untuk mengembangkan motorik halusnya. Namun, permainan tradisional perlahan ditinggalkan anak padahal memberikan kontribusi pada perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan permainan congklak untuk meningkatkan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk quasi eksperiment. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja oleh anak berupa lembaran pernyataan yang berisi 4 butir item pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melakukan permainan congklak lebih efektif untuk meningkatkan motorik halus anak usia 3-6 tahun dibandingkan dengan melakukan permainan beklen.
Copyrights © 2022