Salah satu alternatif dalam menyekolahkan anak adalah yang bisa diambil oleh orang tua adalah melanjutkan pendidikan anaknya ke sekolah dalam pesantren. Ada beberapa manfaat yang didapatkan. Disamping menuntut ilmu pendidikan umum, juga mendapatkan pendidikan agama, sehingga terjadi keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu agama dalam dirinya. Ilmu agama akan menjadi fondasi bagi anak dalam menjalani kehidupannya. Seorang manusia bukan perlu cerdas secara intelektual, tetapi juga secara kepribadian, sosial, dan spiritual. Pesantren adalah tempat yang tepat untuk membentuk beberapa kecerdasan tersebut. Di tengah tantangan yang semakin berat dan ketat, ketika banyak manusia terlalu menghamba kepada iptek minus iman dan takwa kepada Allah Swt., di tengah serbuan sekulerisme, materialisme, hedonisme, dan individualisme, dan jauh semakin jauh dari nilai-nilai, pesantren diharapkan menjadi benteng untuk membangun dan menjaga akidah umat. Melatih kemandirian. Dengan mengikuti pendidikan pesantren anak dilatih untuk mandiri, mengelola dirinya, tidak cengeng, tidak terlalu ketergantungan kepada orang tua. Pada awalnya mungkin sang anak akan merasa tersiksa, merana, merasa dibuang oleh orang tuanya, belum banyak yang kenal. Biasanya serba dilayani, tinggalmakan, tinggal minum, tinggal memakai seragam, dan sebagainya, selama di pesantren dia harus melakukannya sendiri. Seiring dengan perjalanan waktu, sang anak pun mulai terbiasa dan akan merasa betah. Apalagi sudah mengenal lingkungan, dan memiliki banyak teman. Ada perbedaan antara pesantren di masa lalu dengan masa sekarang. Dulu, santri harus menyiapkan makan dan minum sendiri, ngaliwet menggunakan kastrol (sejenis alat penanak nasi), lalu memakannya di atas daun atau nampan bersama santi yang lain, mencuci sendiri, dan menyetrika baju sendiri. Tetapi saat ini dengan sistem pesantren modern,makanan sudah disiapkan oleh pesantren, bahkan mencuci baju pun menggunakan jasa laundry.Tempat tidur pun, kalau dulu cukup menggunakan tikar atau karpet, sekarang menggunakan kasur busa. Intinya, santri sudah dibuat nyaman dan difasilitasi. Walau demikian, ada juga santri yang masih memasak makanan sendiri dan mencuci pakaian sendiri. Sekolah dalam pesantren memiliki tata tertib yang harus ditaati oleh setiap santrinya. Tata tertib tentunya disertai sanksi bagi melanggarnya. Biasanya, pada saat mendaftar, tata tertib tersebut disampaikan pihak pesantren, dan ditandatangani oleh orang tua dan calon santri. Tujuannya agar pesantren dapat melaksanaan mewenangannya untuk mengajar dan mendidiksantri sesuai aturan yang berlaku, serta menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2020