tanaman singkong merupakan potensi sumber daya hayati subur di wilayah Wonogiri. Salah satu bagian penting dalam menentukan kualitas biobriket sebagai bahan bakar adalah perekat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan biobriket dari bahan baku limbah kulit singkong, (2) mengetahui pengaruh jenis perekat terhadap laju pembakaran biobriket limbah kulit singkong yang dihasilkan dan (3) mengetahui pengaruh jenis perekat terhadap kadar abu biobriket limbah kulit singkong yang dihasilkan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen pada benda uji biobriket limbah kulit singkong. Hasil penelitian ini adalah (1) limbah kulit singkong di Wonogiri dapat ditingkatkan nilai guna dan ekonomisnya dengan cara memanfaatkannya sebagai bahan baku pembuatan biobriket, (2) dalam pembuatan biobriket limbah kulit singkong dengan menggunakan variasi bahan perekat didapatkan nilai laju pembakaran tertinggi yaitu 0,0084 gram/sekon bila menggunakan bahan perekat tepung tapioca, (3) biobriket limbah kulit singkong dapat dijadikan sumber energi alternatif di Wonogiri karena kualitas briket yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ada. Pada pembuatan biobriket limbah kulit singkong didapatkan kadar abu (Ash Content) terkecil yaitu 6,43% (SNI : ≤ 8%) yang berasal dari penggunaan bahan perekat tapioka.
Copyrights © 2022