Depresi postpartum merupakan gangguan perasaan yang dialami oleh ibu setelah melahirkan dapat terjadi kapanpun dalam jangka waktu satu tahun. Menurut WHO, pasca bencana sebagian besar populasi korban bencana memiliki reaksi psikologi yang normal, sekitar 15-20% akan mengalami gangguan mental yang merujuk pada Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Sebesar 3-4% mengalami gangguan berat seperti psikosis, depresi berat dan kecemasan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap depresi postpartum pasca gempa. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di 25 desa di kabupaten Lombok Timur, Indonesia pada bulan Desember 2022. Jumlah sampel 225 ibu nifas dipilih secara stratified random sampling. Variabel terikat adalah depresi postpartum. Variabel bebas adalah usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, riwayat obstetri, dukungan sosial. Depresi pospartum dipengaruhi oleh usia <20 atau >35 tahun ((OR 3.75; p<0.001), paritas <2 atau >4 (OR 3.25; p<0.001), pendidikan tinggi (OR 0.53; p=0.029), penghasilan tinggi (OR 0.38; p=0.001), ada riwayat obstetri (0R 0.63; p=0.094), dukungan sosial kuat (OR 0.21; p<0.00.
Copyrights © 2022