Penyebab utama kematian pada ibu di suatu Negara berkembang adalah infeksi nifas salah satunya sepsis, perlukaan jalan lahir merupakan media perkembangan kuman yang mengakibatkan infeksi berhubungan erat dengan mordibitas ibu jangka panjang bahkan menyebabkan gangguan dasar panggul hingga 10 tahun pasca persalinan dengan prevalensi kejaidian ini mencapai angka 50% di Asia tenggara yang dipengaruhi oleh faktor maternal maupun neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu dan bayi dalam risiko kejadian ruptur perineum. Penelitian ini merupakan peneltian desktiptif cross sectional dengan mengambil data ibu bersalin yang mengalamai ruptur perineum di Puskesmas Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat dari Januari-Oktober 2022 sebanyak 172. Data yang diambil merupakan data karakteristik ibu dan bayi yang meliputi usia, paritas, usia kehamilan, nilai APGAR, berat badan lahir, panjang badan, lingkar kepala dan lingkar dada.. Karakteristik tertinggi ibu bersalin dengan rentang usia 20-35 tahun (83,7%), jumlah persalinan 2-4 kali (multipara) (72,1%), usia kehamilan cukup bulan 37-42 minggu (91,3%). Karakteristik bayi tertingi (95,9%) memiliki nilai APGAR normal pada menit ke 1 dan (98,8%) dengan nilai apgar normal pada menit ke 5, berat badan lahir 2.500-4.000 gram (91,3%), dengan panjang badan 48-52 cm (74,4%), lingkar kepala <33 cm sejumlah (69,8%) dan lingkar dada tertinggi dalam rentang 30-38 cm (91,3%).
Copyrights © 2022