Islam agama yang diturunkan membawa pesan-pesan kedamaian, kemanusiaan yang tersimpul dalam istilah “ Rahmatan Lil ‘Alamiin “. Sejatinya setiap muslim mampu mengkristalisasikan ajaran Islam sebagai jiwa yang termanipestasikan dalam prilaku yang damai dan harmonis. Muslim yang memanipestasikan Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin dalam prilaku keseharian sekaligus mampu menepis anggapan selama ini bahwa Islam identik dengan kekerasan, radikalisme dan terorisme. Kebenarannya tidak terbantahkan sebab dimana-pun terjadi kekerasan, terorisme, radikalisme yang disyimbolkan dengan ledakan bom dapat dipastikan pelakunya memakai syimbol-syimbol Islam seperti memakai busana muslim atau muslimah. Hal ini bertolak belakang dengan tujuan diturunkannya Islam ke muka bumi. Islam sangat mengecam terhadap bentuk kekerasan apapun alasannya. Inti ajaran Islam dikembangkan dengan penuh kedamaian, keharmonisan, toleransi dan mewajibkan untuk memelihara lima unsur (1) Menjaga Agama, (2) Menjaga Akal, (3) Menjaga Jiwa, (4) Menjaga Keturunan dan (5) Menjaga Harta. Kelima pondasi tersebut tidak berlaku hanya untuk internal ummat Islam melainkan juga terhadap orang yang berbeda keyakinan (antar ummat beragama). Sikap seorang muslim dalam refleksi kehidupan sehari-harinya wajib mengembangkan kehidupan yang toleran, saling menghargai dan menghormati. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan jawaban sekaligus menelusuri penyebab sebagian kecil prilaku ummat Islam yang meretas jalan kekerasan, tidak humanis dan intoleran
Copyrights © 2023