Fakta yang ditemukan di lapangan yaitu pembelajaran IPA masih bersifat konvensional sehingga proses pembelajaran terkesan membosankan. Bahan ajar IPA yang diajarkan tidak sesuai dengan kondisi atau fakta di lapangan. Kesempatan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya juga masih belum terlihat. Sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran IPA, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penerapan dan efektivitas metode pembelajaran Guided Discovery dengan strategi 5E1C (Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Confirmation, dan Evaluation) dalam meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa Kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun pelajaran 2020-2021. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Hasil penilaian daya serap klasikal terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebesar 67,33%; 79,08%; dan 86,17%. Hasil penilaian daya serap klasikal terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebesar 64,65%; 76,61%; dan 85,71%. Selain itu juga, ketuntasan belajar klasikal terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebesar 0,00%; 73,33%; dan 93,33%. Hasil penilaian ketuntasan belajar klasikal terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebesar 60,00%; 73,33%; dan 93,33%. Hasil penilaian daya serap individu terhadap peningkatan keaktifan belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebanyak 0 siswa, 22 siswa, dan 28 siswa. Dan hasil penilaian daya serap individu terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada Siklus I, II, dan III sebanyak 18 siswa, 22 siswa, dan 28 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran Guided Discovery dengan strategi 5E1C (Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Confirmation, dan Evaluation) sangat efektif dan dapat diterapkan dalam meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Lempangang Kab. Gowa tahun 2020-2021.
Copyrights © 2021