Ikan asin merupakan produk pangan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Ikan asin memiliki cita rasa yang khas dan tahan lama. Namun, ikan segar juga memiliki sifat yang mudah rusak atau cepat mengalami proses pembusukan karena memiliki kadar air yang tinggi dan kandungan nutrisi ikan yang cocok untuk pertumbuhan bakteri. Secara umum kerusakan ikan secara mikrobiologi disebabkan oleh adanya cemaran mikroba pembusuk seperti Acromobacter, Pseudomonas, Micrococcus, dan Bacillus. Metode yang digunakan untuk menganalisis cemaran mikroba yang terdapat pada ikan asin adalah metode Total Plate Count (TPC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi total mikroba pada ikan asin belanak di pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak dan untuk menganalisis cemaran mikroba pada ikan asin belanak di pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak. Hasil analisis data total plate count jumlah mikroba pada ikan asin di pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak secara berturut-turut yaitu 2,9 x 103 cfu/ml pada faktor pengenceran 10-1, sedangkan pada pengenceran 10-2 hingga pengenceran 10-4 tidak dilakukan perhitungan jumlah mikroba karena jumlah koloni yang tumbuh tidak mencapai syarat yang di tentukan. Derajat keasaman (pH) yang diperoleh pada pengenceran 10-1 hingga pengenceran 10-4 adalah 5 ± 0,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan asin di pasar Tumburuni Kabupaten Fakfak layak komsumsi sebab angka lempeng total (ALT) atau total plate count tidak melewati batas minimum Standar Nasional Indonesia.
Copyrights © 2022