Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017

Pengurangan Intensiti Medan Listrik Akibat Sambaran Petir Pada Menara Tiang Transmissi

Budi Utama (STTNAS Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
13 Mar 2018

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki iklim tropis dengan dua musim yang berbeda, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada musim hujan frequensi sambaran petir akan muncul dengan angka Isokraunic Level (IKL) antara 30 sd 40, densiti sambaran petir yang tertinggi terjadi di kota Bogor dan sekitarnya. Rute saluran transmissi yang ada di Indonesia juga mengalami gangguan akibat sambaran petir dan menimbulkan tripout pada sistem penyaluran daya listrik. Tulisan ini bertujuan menyajikan cara pereduksian intensiti medan listrik yang terpapar di permukaan bumi ketika terjadi sambaran petir di menara saluran transmissi. Metoda discrete (cuplikan) pada setiap titik dari suatu permukaan tanah yang akan ditentukan intensiti medan listriknya diterapkan setelah penyusunan Matriks Koeffisien Potensial Maxwell (MKPM) terbentuk yang bersesuaian dengan pemodelan (modelling) terhadap konfigurasi dari komposisi jumlah konduktor phasa dan kawat tanah pada struktur menara transmissinya. Hasil simulasi menunjukan bahwa ketika terjadi sambaran petir dgn amplitudo 41.9 kA intensiti maksimum medan listrik yang muncul terpapar di atas permukaan tanah sebesar 12 418 V/m. Setelah pemasangan kawat tanah tambahan di bawah jaringan konduktor phasa, intensiti medan ini mampu diturunkan menjadi 8 038.9 V/m (terjadi penurunan sekitar 35.3 %).Kata Kunci : Transmissi, Medan-Listrik, Petir, Menara, Tiang.

Copyrights © 2017