Prevalensi nasional Indeks DMF-T adalah 4,6, lebih besar dari standar WHO yaitu 3,5. Karies hanya merupakan salah satu bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut masyarakat. Angka Indeks OHI-S masyarakat Indonesia rata-rata adalah 1,46 sedangkan target nasional untuk indeks OHIS ≤ 1,2,. Kondisi ini meliputi juga kondisi gigi anak Indonesia, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus down syndrome. Berdasarkan data penelitian Ilmu Kedokteran Gigi Anak Indonesia, sekitar 90% anak dengan down syndrome mengalami masalah karies gigi dan peradangan gusi dikarenakan orang tua dan anak down syndrome tidak tahu bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Untuk itu orang tua dan anak down syndrome perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan cara memelihara kebersihan gigi dan mulut diantaranya menyikat gigi. Kemampuan menyikat gigi ini penting karena merupakan dasar pencegahan penyakit gigi dan mulut. Metode dilakukan adalah dengan menggunakan ceramah, demontrasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi serta pemeriksaan gigi dan mulut. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan bertambahnya pengetahuan ibu dan anak anak down syndrome bisa melakukan sikat gigi dengan baik. Diharapkan dengan bertambahnya pengetahuan dan ketrampilan orang tua dan anak down syndrome dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut.
Copyrights © 2023