Perceraian adalah hubungan pernikahan yang pisah atau tidak dapat diteruskan karena sering terjadi konflik dan juga kesepakatan antara kedua belah pihak untuk melakukan perceraian. Banyak faktor yang menyebabkan anak yang dari latar belakang keluarga yang tidak utuh atau broken home akan memiliki perilaku negatif karena jiwa dan mental dari anak yang memiliki keluarga tersebut mudah terpengaruh dengan ranah hal-hal yang negatif. Kesejahteraan yang harus diperhatikan pada anak yang memiliki kelurga broken home adalah kesejahteraan psikologisnya. Kesejahteraan psikologis adalah merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesehatan psikologis individu berdasarkan pemenuhan kriteria fungsi psikologi positif seperti penerimaan diri, bertujuan, beruhubungan positif, pribadi yang mandiri, dan bertumbuh. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa remaja dengan hasil terdapat kurangnya terpenuhi kesejahteraan psikologis, karena yang jauh dari orang tua dan harus mendapat perhatian dari orang lain. Tidak hanya itu sulit mengontrol diri, kurangnya dukungan sosial, dan penguasan dalam lingkungan atau istilahnya menyesuaikan dengan lingkungannya. Dengan demikian kesejahteraan psikologis pada remaja yang mengalami broken home sangat diperlukan guna memenuhi kesejahteraan psikologisnya. Tujuan peneliti ingin mengetahui bagaimana kesejahteraan psikologis remaja terhadap keluarga broken home.
Copyrights © 2021