Penelitian ini yang dilakukan meliputi komposisi kimia, Analisa perhitungan tekanan dan kecepatan aliran masuk logam cair, kekerasan, sifat hisik bahan pelumas, kekasaran permukaan, kemiringan sudut, pemeriksaan visual inti cetakan dan stuktur mikro. Metode penelitian yang dlakukan berupa eksperimen, kemudian dibandingkan dengan standar kelayakan yang sudah ditetapkan dibidang Ilmu Logam. Adapaun hasil penelitian yang diperoleh: 1) Komposisi paduan AL-Si – Cu dari produk casting dari proses cor cetak tekan didapat angka sebesar 19.1 % sehingga lebih tinggi dari standar Si yang diizinkan menurut refrensi 7 Standar JIS H 503 adalah sebesar 9.6 – 12 % Si, 2) Tekanan yang bekerja untuk menekan logam cair AlSi-Cu pada proses pengecoran cetak tekan tinggi (cold chamber diecasting) adalah sebesar 766.08 kg/cm2 , dan tekanan ini sudah melebihi dari standar yang diizinkan menurut refrensi 5 adalah 611.79 kg/cm2, 3)Kecepatan aliran masuk logam cair untuk paduan AlSi-Cu tinggi 80.8 m/detik, menurut refrensi 5 standar diizinkan adalah tekanan 60 m/detik, 4) Sifat Bahan pelumas jenis Ducote EP2014 sudah menyala(menguap) pada temperature 2650 C, sehingga tidak sesuai dengan pengunaannya di temperature permukaan inti cetakan 315-3200 C, akibatnya tidak berfunsi untuk melumai permukaan inti cetakan, 5) Kekerasan permukaan inti cetakan yang baru angkanya sebesar 47.3 HRC. Angka kekerasan ini tidak mencapai standar pabrik yang diinginkan 50 -60 HRC, akibatnya permukaan inti cetakan terkikis, 6) Kekesaran permukaan inti cetakan yang gagal sebesarRa 1.53 – 3.52 µm. Akibat kasarnya permukaan inti cetakan sehingga memudahkan penempelan Alpaduan SI-Cu Specifikasi menurut refrensi 10 untuk proses pengecoran cetak tekan kekasarannya Ra 0.8- 1.60µm 7. Dari pengujian sudut kemiringan (ketirusan) lebihkecil angka yang didapat lebih kecil sebesar105 biladibandingkan dengan inti cetakan yang baru 10 10. Hal ini yang diakibatkan pengikisan lapisan nitride, 7) Dari pengamatan visual penampang permukaan inti cetakan yang dianggap gagal dapat dilihat permukaan kasar dan penempelan produk alumunium, 8) Dari pemeriksaan struktur mikro pada inti cetakan yang dianggap gagal dengan mengunakan larutan kimia jensis etsa 2% nital, dapat terlihat permukaan inti cetakan yang terkikis lapisan nitridanya dan menempel produk casting Al pada permukaan inti cetakan pada inti cetkan yang baru mengunakan etsa yang sama kelihatan ketebalan lapisan nitridanya.
Copyrights © 2022