Penelitian yang dilaksanakan ini bertujuan guna mengetahui kondisi pendidikan di daerah 3T tepatnya di SMPN 3 Tempurejo yang termarginalisasikan dengan sekolah di perkotaan. Metode penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus di suatu sekolah 3T berlokasi di Dusun Bandealit, Andongrejo, Kec. Tempurejo, Kab. Jember. Hasil penelitian ini secara garis besar disimpulkan bahwasannya marginalisasi antara pendidikan di daerah 3T dengan di wilayah perkotaan itu terbukti berbeda. Hal ini bisa dilihat mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, jumlah dan kualitas tenaga pendidik yang ditugaskan serta kualitas dari siswanya. Sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMPN 3 Tempurejo belum memadai serta belum kompleks. Dibuktikan dengan ruangan penting yang belum tersedia, buku di perpustakaan yang kurang lengkap dan alat praktikum juga banyak yang tidak memadai. Kondisi selanjutnya, jumlah guru yang hanya terdiri dari empat orang. Keempat guru tersebut memiliki beban mengajar yang berlebihan dan tidak sesuai dengan background lulusannya sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Sedangkan, siswa yang bersekolah disini tidak banyak yang melanjutkan ke jenjang SMA dikarenakan faktor aksesibilitas jalan, motivasi belajar siswa dan perekonomian keluarganya. Oleh karena itu untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan, maka harus diperhatikan terkait sarana prasarana, kualitas guru serta hasil belajar siswanya.
Copyrights © 2023