Yesus sering berselisih dengan para rabi orang Yahudi, Kaum Tuarat dan Farisi menentang Yesus karena Dia menyatakan ajaran dan tindakannya berbeda dari para rabi lainnya. Mengenai pendidikan dan pelatihan formal Yesus sebagai rabi untuk menjadi pengajaran di Bait Allah, adat atau tradisi dalam mengajar orang Yahudi bagi komunitas Yahudi pada waktu itu, juga menjadi persoalan. Oleh sebab itu topik ini sangat menarik untuk diteliti. Metode penelitian yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif kajian pustaka. Peneliti akan mencari referensi dan hasil penelitian relevan yang kemudian akan diolah untuk menjadi suatu jawaban mengenai permasalahan ini. Dengan penelitian ini ditemukan bahwa Yesus sebagai seorang rabi) menyampaikan kritiknya terhadap orang Farisi dan ahli Taurat (berdasarkan Matius 23:1-12), meliputi masalah: nilai/posisi ahli Taurat dan orang Farisi- sebagai rabi, integritas, dan otoritas Yesus sebagai Rabbi sejati, sehingga Yesus mengutuk Ahli Taurat dan Orang Farisi.
Copyrights © 2022