Jurnal Ekosains
Vol 8, No 03 (2016)

PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU SEBAGAI UPAYA KONSERVASI REKREKAN (Presbytis fredericae)

Saeful Hidayat (Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta)
Sri Budiastuti (Staf Edukatif Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta)
Prabang Setyono (Staf Edukatif Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta)



Article Info

Publish Date
06 Nov 2016

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tentang konservasi terhadap Rekrekan (Presbytis fredericae) di Taman Nasional Gunung Merbabu. Rekrekan dipilih sebagai obyek penelitian karena rekrekan adalah salah satu satwa endemik di Taman Nasional Gunung Merbabu yang dilindungi undang-undang dan telah mengalami/menghadapi segala kepunahan. Jenis primata ini perlu diprioritaskan untuk diteliti karena jenis ini tergolong langka dan endemik dengan habitat terbatas hanya ditemukan pada lokasi tertentu saja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar penurunan populasi rekrekan, faktor apa yang menyebabkan penurunan, jumlah vegetasi pada habitat rekrekan dan mengetahui peran serta masyarakat terhadap pengelolaan habitat rekrekan di Taman Nasional Gunung Merbabu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi jenis pakan rekrekan secara langsung dan tidak langsung serta perjumpaan terhadap rekrekan (Presbytis fredericae), pengumpulan data dengan menggunakan metode garis transek (line transect) dan pengamatan terkonsentrasi (concentration count). Pengamatan dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2014. Analisis vegetasi mengunakan perhitungan Indeks Nilai Penting,  dan untuk menegtahui Keragaman Jenis Menggunakan Indeks Shanon-Wiener. Hasil pengamatan teridentifikasi 3 kelompok rekrekan yaitu di blok Dok cilik 6 ekor, blok tulangan 4 ekor dan blok pandeaan 5 ekor dan terdapat 6 jenis tumbuhan pakan rekrekan dari 9 jenis tumbuhan dilokasi penelitian. Jenis Kesowo (Engelhardia serrata) merupakan pakan rekrekan yang dominan, rekrekan hanya memakan bagian daun mudanya saja. Jenis Kemlandingan gunung (Albizzia Montana) dan Akasia dekuren (Acacia decurrens) sangat disukai terutama bagian pucuk daun muda, bunga dan biji. Dilihat dari indeks keanekaragaman jenis (indeks Shannon-Wieners) tingkat keanekaragaman rendah dan kestabilan komunitas rendah. Perbedaan ini dipengaruhi kondisi geologi tanah dan perbedaan waktu (musim) yang erat kaitannya dengan fenologi pohon.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

ekosains

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Computer Science & IT Earth & Planetary Sciences Education Energy Environmental Science Health Professions Immunology & microbiology Neuroscience Public Health Social Sciences Other

Description

Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup ...