cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 42 Documents
Pengaruh Pemberian Pakan Ikan Terhadap Baku Mutu Air di Kolam Pemancingan di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom Wahyuningtyas, Junieta
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemancingan merupakan kegiatan yang popular dalam dunia perikanan dan rekreasi di banyak daerah, termasuk Desa Pondok, Kecamatan Karanganom yang mana didominasi oleh jenis ikan tombro (tor putitora). Kualitas air dalam kolam pemancingan di Desa Pondok menjadi faktor kritis yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan yang dipelihara. Parameter air yang perlu diperhatikan antara lain pH, suhu air, dan TDS (total dissolved solid). Pemberian pakan ikan baik alami maupun buatan merupakan salah satu faktor penting agar dapat memproduksi ikan yang sehat dan berkualitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh pemberian pakan ikan terhadap baku mutu air di kolam pemancingan Desa Pondok, Kecamatan Karanganom dan mengidentifikasi parameter baku mutu air yang dapat dipengaruhi oleh pemberian pakan ikan di kolam pemancingan. Penelitian dilakukan di kolam pemancingan Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten dengan titik yang berbeda, yaitu pada titik hulu, tengah dan hilir. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah data primer dan data sekunder dengan menganalisis parameter kimia dan fisika air. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kemudian hasil dibandingkan dengan Baku Mutu Air Kelas III yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021.  Metode pemberian pakan ikan dibagi menjadi tiga yaitu ad satiation, ad libitum, biomassa. Hasil menunjukkan bahwa parameter DO dan suhu melampaui baku mutu dan parameter pH dan TDS masih berada dibawah baku mutu. Strategi pengelolaan pemberian pakan agar meminimalisir dampak negatif terhadap kualitas air diantaranya dengan metode fish feeder dengan sistem IoT dan biofilter.
Evaluasi Penerapan Prinsip Ekowisata Di Wisata Alam Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu Negari, Snada Indah Tuk; Almadani, Ahsan Risfathoni; Damayanti, Clara Estelita; Kusumaningrum, Lia
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata di Indonesia memiliki 5 prinsip dasar yang terdiri dari pelestarian/konservasi, pendidikan, pariwisata, perekonomian, danpartisipasimasyarakat. WisataAlamGrojogan Sewu menjadi salahsatu tempat ekowisatayangberadadi wilayah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, yang memiliki beberapa potensi alam, salah satu yang paling utama adalah air terjunnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mengevaluasi 5 prinsip dasar ekowisata yang sudahditerapkan di Wisata Alam Air Terjun Grojogan Sewu. Metode penelitian yang digunakan berupa metode penelitian kualitatif yang didapatkan dari hasil observasi langsung dan wawancara, serta studi literatur berupa jurnal, website, dan sumber terkait lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Wisata Alam Grojogan Sewu telah memenuhi 5 prinsip dasar ekowisata. Di mana pada prinsip konservasi/lingkungan kegiatan yang dilakukan yakni berupa pelestarian air terjun Grojogan Sewu dan hutan sekitar. Untuk prinsip pendidikan kegiatan yang dapat dilakukan meliputi kegiatan outbound dan study tour. Untuk prinsip pariwisata yaitu ditunjukkandengan tersedianya penginapan seperti hotel dan homestay di sekitar tempat wisata, adanya makanan khas daerah setempat, sertaterdapat kegiatan wisata seperti berenang, flying fox, dan mini rafting. Untuk prinsip ekonomi ditunjukan dengan adanya peluang terbukanya lapangan pekerjaan, seperti membuka warung makanan, toko oleh-oleh, tukang parkir dan jasa foto. Untuk prinsippartisipasimasyarakatditunjukkandenganadanyaturutsertamasyarakatdidalampengembanganekowisata AirTerjunGrojoganSewu, ekowisata ini dapat membuka peluang pekerjaan bagi warga setempat, misalnya seperti membuka tempat penginapan (homestay), warung makanan, toko aksesoris, toko tanaman, jasa foto, hingga tukang parkir. Masyarakat setempat juga turut serta dalam pelestarian ekowisata Air Terjun Grojogan Sewu.
Dampak Perubahan Iklim yang Dirasakan Kelompok Wanita Tani dan Strategi yang Dilakukan dengan Penerapan Pertanian Berkelanjutan di Desa Papringan, Kec. Kaliwungu, Kab. Semarang Koesdaryanto, Nilam Sariramadhani; Alyodya, Daniel Abileon; Restuti, Eprian Juniar; Simanjuntak, Mario Pintor David; Arta, Yunia Putri Anisa
Ekosains VOL 17 (01) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pertanian di Indonesia. Dampak dari perubahan iklim berupa meningkatnya suhu, kekeringan, curah hujan yang tidak menentu, serta bencana alam yang semakin sering terjadi. Hal inilah yang berdampak signifikan bagi kesejahteraan petani desa. Oleh karenanya perlu ada upaya serta mitigasi untuk mengatasi permasalahan berupa perubahan iklim tersebut. Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis upaya adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan kelompok wanita tani dalam menghadapi perubahan iklim sehingga mampu mengelola pertaniannya secara berkelanjutan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Metode yang dilakukan penelitian ini ialah dengan melakukan penelitian langsung di lapangan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sehingga hasil yang didapatkan akan menunjukkan gambaran dampak yang terjadi akibat perubahan iklim terhadap petani, serta memberikan perspektif baru pola adaptasi yang dilakukan petani dalam menghadapi perubahan iklim. Kelompok Wanita Tani berperan sebagai kelas belajar dan wahana kerjasama sehingga petani banyak mendapat pengetahuan dan mengetahui strategi adaptasi serta mitigasi yang membantu petani dalam mengatasi perubahan iklim.Keywords: Adaptasi, Berkelanjutan, Mitigasi, Perubahan Iklim, Petani
Analisis Spatio temporal Pengaruh Aktivitas industri terhadap fenomena UHI dan LST di Kota Jakarta Timur wahyuningtyas, junieta
Ekosains VOL 17 (02) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) di Jakarta Timur telah menjadi perhatian karena dampaknya terhadap peningkatan suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature/LST) dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara UHI dan LST dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8 dari tahun 2021 hingga 2023. Metode penelitian melibatkan pengolahan citra satelit Landsat 8 untuk mengidentifikasi perubahan LST dan UHI. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan suhu permukaan berkaitan erat dengan peningkatan aktivitas industri di kawasan tersebut, terutama di daerah dengan tingkat urbanisasi tinggi di mana vegetasi digantikan oleh beton dan aspal. Selain itu, distribusi LST selama periode penelitian menunjukkan variasi yang signifikan, dengan peningkatan luas area yang terkena suhu tinggi pada tahun 2022 dan penurunan pada tahun 2023. Temuan ini menekankan pentingnya perencanaan kota yang lebih hijau dan konservasi vegetasi untuk mengurangi dampak negatif urbanisasi terhadap iklim lokal. Oleh karena itu, upaya peningkatan ruang terbuka hijau sangat dianjurkan untuk menurunkan suhu permukaan dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan perkotaan.Kata kunci: UHI, LST, Industri, Jakarta Timur
KAJIAN PEMENUHAN RUANG TERBUKA HIJAU UNTUK MENYELARASKAN KEBUTUHAN OKSIGEN MANUSIA DAN KEBUTUHAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI KOTA SURAKARTA Setyaputri, Adhistie Fadila; Ramadhani, Danila Desti; Kisworo, Wahyu
Ekosains Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang di jalan tol, serta adanya asap pabrik dan alih fungsi lahan di Desa Sawahan menyebabkan terjadinya peningkatan perubahan iklim. Perubahan iklim yang cenderung terjadi dari adanya hal tersebut adalah peningkatan suhu udara dan penurunan kelembapan. Adanya peningkatan suhu udara dan penurunan kelembapan di suatu daerah dapat menyebabkan berkurangnya rasa nyaman di daerah tersebut. Jika kenyamanan berkurang maka akan berdampak buruk bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Manusia akan merasa tidak nyaman dan akan menganggu produktivitasnya begitupula dengan hewan, sedangkan tumbuhan lama kelamaan akan layu dan mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hayati yang terdapat pada beberapa RTH yang ada di Desa Sawahan dan mengetahui tingkat kenyamanan di Desa Sawahan berdasarkan penilaian yang didapatkan dari Temperature Humidity Index (THI). Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kuantitatif deskriptif. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa keanekaragaman hayati flora memiliki korelasi yang kuat dengan kenyamanan, walaupun semua lokasi termasuk ruang terbuka yang hijau namun perbedaan keanekaragaman hayati flora didalamnya akan mempengaruhi tingkat kenyamanan yang ada, warga Desa Sawahan merasa nyaman jika suatu lokasi terdapat banyak pohon sehingga terasa lebih teduh dan sejuk dibandingkan lokasi dengan banyak rumput. Walaupun sama-sama hijau, akan tetapi tingkat kesejukan yang dirasakan jauh berbeda.
UPAYA ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PROGRAM HIBAH MBKM UNTUK MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SUMBER Zaky, Fadhil Achmad; Al-Dzahabi, Muhammad Adib; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Fil'ardiani, Nida Ulhaq; Agustin, Yonanda Surya
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi di muka bumi mengancam kehidupan manusia dan kerusakan ekosistem. Dalam menghadapi perubahan iklim diperlukan upaya adaptasi dan mitigasi yang sejalan dengan komitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-13. Pelaksanaan program hibah MBKM membangun desa bertujuan untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis pembangunan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dalam rentang Bulan Agustus hingga Desember 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang objektif. Adapun hasil yang didapatkan dari pelaksanaan program ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kegiatan yang dilakukan pada program ini adalah pemasangan instrumen pemantauan kualitas udara EENNOS, pemasangan perangkap sampah di sungai, pemberian bibit ikan nila, edukasi lingkungan kepada anak-anak, pemanfaatan limbah kulit buah menjadi eco enzym, pembuatan lilin dari minyak jelantah, pembuatan taman bumi hijau, dan vertical garden. Dukungan dan partisipasi dari masyarakat dan stakeholder Kelurahan Sumber dapat mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Sumber. Beberapa saran untuk keberjalanan kegiatan kedepannya adalah kerja sama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta keberlanjutan kelembagaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat merawat partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Sumber.
ANALISIS KARAKTERISTIK SAMPAH YANG TERJEBAK PADA PERANGKAP SAMPAH DI ANAK SUNGAI GAJAH PUTIH RW 07, SUMBER, SURAKARTA Zaky, Fadhil Achmad
Ekosains VOL 17 (02) 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu hasil kegiatan manusia yang tidak di gunakan kembali. Sampah dapat menyumbat saluran yang akan memengaruhi arah aliran air dikarenakan kemampuan sungai yang ada di pemuikman warga tidak dapat menampung intensitas air yang tinggi. Selain itu, adanya laju pertumbuhan penduduk yang sangat besar dan pesatnya pembangunan di Kelurahan Sumber memnyebabkan tingginya sampah yang dihasilkan. Anak Sungai  gajah putih yang berada diantara di RW 08 dan rw 07 mengalami pencemaran sampah yang akibat kegiatan manusia di sekitar lingkunganya. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui Karakteristik sampah yang terjebak pada Holding Trash for Suistainability  (HOTRALITY)  di Anak Sungai gajah putih Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif volume sampah, observasi, dokumentasi, wawancara dan peta lokasi sebagai penunjang kejadian di lapangan. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa terdapat sampah yang terperangkap sebesar 127,2m dengan komposisi sampah organik 77,5m3 dan anorganik 49,7m3 didalam komposisi sampah organik di dominasi  lumut dan sisanya daun, ranting dan beberapa bangkai Binatang seperti 1 ayam, 3 tikus, dan 4 ikan yang mencemari bau udara Ketika musim panas dan angin berhembus pada sampah  anorganik organik di terdapat botol plastik, wadah makanan, pembalut, dan styrofoam.
PENERAPAN SDGS DALAM PROGRAM HIBAH MBKM UNTUK MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SUMBER Agustin, Yonanda Surya; Zaky, Fadhil Achmad; Al-Dzahabi, Muhammad Adib; Ahsani Taqwim, Muhammad Hanif; Fil'ardiani4, Nida Ulhaq
Ekosains Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerubahan iklim yang terjadi di bumi mengancam kehidupan manusia dan merusak ekosistem. Menghadapi perubahan iklim memerlukan upaya adaptasi dan mitigasi yang sejalan dengan komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penyelenggaraan program hibah pembangunan desa MBKM bertujuan untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi berbasis pembangunan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Desa Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta pada bulan Agustus hingga Desember 2023. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui atau menggambarkan realitas peristiwa yang diteliti, sehingga memudahkan peneliti memperoleh data yang obyektif. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan program ini adalah pemasangan Hotrality yang memerangkap sampah di Sungai Gajah Putih mencapai target 6,3 pada indikator 6.3.2 (b). Kegiatan pengolahan limbah menjadi eco enzim dan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi mencapai indikator 11.6.1(a) dan indikator 11.6.1(b). Kegiatan Taman Bumi Hijau, pendistribusian ikan nila, dan pemasangan ENNOS mencapai target 11.7 pada indikator 11.7.1(a). Sedangkan kegiatan Teras Lingkungan mencapai indikator 12.8.1(a) dan indikator 13.3.1(a). Dukungan dan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan di Desa Sumber dapat mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di Desa Sumber. Beberapa saran untuk keberlangsungan kegiatan ke depan adalah kerjasama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta keberlanjutan kelembagaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjaga partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Desa Sumber.Kata kunci:  Adaptasi, Keberlanjutan, Mitigasi, MBKM, SDGs AbstractClimate change that occurs on earth threatens human life and damages ecosystems. Facing climate change requires adaptation and mitigation efforts that are in line with commitments to the Sustainable Development Goals (SDGs). The implementation of the MBKM village development grant program aims to carry out adaptation and mitigation efforts based on sustainable development. This program was implemented in Sumber Village, Banjarsari District, Surakarta City between August and December 2023. The method used is a qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Data is analyzed descriptively to find out or describe the reality of the events being studied, making it easier for researchers to obtain objective data. The results obtained from the implementation of this program are that the installation of Hotrality which traps waste in the White Gajah River reaches target 6.3 in indicator 6.3.2 (b). The activities of processing waste into eco enzymes and processing used cooking oil waste into aromatherapy candles reach indicator 11.6.1(a) and indicator 11.6.1(b). Green Earth Park activities, distribution of tilapia fish, and installation of EENNOS achieved target 11.7 in indicator 11.7.1(a). Meanwhile, Environmental Terrace activities achieved indicator 12.8.1(a) and indicator 13.3.1(a). Support and participation from the community and stakeholders in Sumber Village can support the achievement of sustainable development in Sumber Village. Some suggestions for the continuity of activities in the future are better cooperation between the government and the community, increasing the quality and quantity of socialization and education activities, as well as the sustainability of community institutions. This program is expected to maintain community participation and increase awareness in realizing sustainable development in Sumber Village.Keywords: Adaptation, Sustainability, Mitigation, MBKM, SDGs
Identifikasi Kualitas Air Terdampak Aktivitas Masyarakat Sebagai Indikator Pembangunan Berkelanjutan Di Sungai Aliran Desa Pondok, Karanganom, Klaten Santika, Youhana Eli
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Desa Pondok yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai yaitu pertanian, permukiman, dan peternakan. Hal ini menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan dari proses domestik yang tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang ada sehingga sungai dijadikan salah satu tempat pembuangan limbah baik limbah industri, organik, maupun anorganik. Dari proses tersebut akan membuat kondisi perairan Sungai Desa Pondok semakin hari semakin buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi parameter fisika-kimia perairan sungai yang terdampak pencemaran di Sungai Desa Pondok dan mengetahui status mutu air di Sungai Desa Pondok. Lokasi penelitian berada di Sungai Aliran Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada 4 stasiun yang berbeda. Analisis Kualitas Air Sungai Desa Pondok berdasarkan parameter fisika dan kimia diukur menggunakan alat Horiba U-50 Series Multi-Parameter Water Quality Meter dan pH meter, kemudian disesuaikan dengan Baku Mutu Air Kelas II yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Dalam menentukan status mutu air dilakukan analisis menggunakan metode STORET. Hasil dari penelitian ini yaitu Parameter yang melebihi baku mutu adalah Kekeruhan dan Dissolved Oxygen (DO).  Hasil perhitungan status mutu air di Sungai Desa Pondok menggunakan Metode STORET menunjukkan total skor sebesar -14. Hal ini mengartikan bahwa status mutu air di Sungai Desa Pondok termasuk golongan air Kelas C atau tercemar sedang. Usaha mitigasi, adaptasi, dan partisipasi masyarakat yang optimal dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan, diantaranya mengurangi dampak pencemaran di perairan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemerataan penyebaran penduduk dan pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah padat, pembuatan fasilitas pembuangan sampah disekitar permukiman, dan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.
Penerapan Produksi Bersih pada Produksi Rumahan Tempe UMKM Mbah Sarwono di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Fadilah, Rizky Nur; Armadhan, Winda Sagita; Negara, Ilhamnul Zain Satria; Kisworo, Wahyu; Negari, Snada Indah Tuk
Ekosains Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tempe merupakan sektor industri rumahan yang beroperasi secara minimalis dengan pengolahan tanpa menggunakan peralatan khusus seperti pada pabrik besar. Tempe menjadi salah satu makanan yang digemari oleh berbagai kalangan karena memiliki kandungan gizi tinggi dari kacang kedelai. Tempe dapat diolah menjadi beragam bentuk, mulai dari gorengan, keripik tempe, hingga campuran makanan menggunakan bahan dasar tempe. Namun, tempe yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat belum tentu memiliki kualitas yang baik dan aman dikonsumsi. Hal tersebut mendorong penelitian mengenai penerapan proses produksi yang baik atau tidak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi strategi produksi bersih yang diterapkan dan potensial untuk diterapkan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan data primer yang berasal dari survei lapangan dan wawancara dengan pemilik industri UMKM Mbah Sarwono. Penelitian ini dilakukan di Produksi Rumahan Tempe UMKM Mbah Sarwono, Desa Pucang RT 03 RW 07, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa industri tempe UMKM milik Mbah Sarwono yang berlokasi di Banjarnegara sudah menerapkan beberapa kegiatan produksi bersih. Penerapan berupa prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce) pada pembungkus tempe dan menggunakan alat produksi sederhana yang tidak menimbulkan emisi. Rekomendasi strategi yang dapat diterapkan pada industri tempe UMKM milik Mbah Sarwono meliputi pengelolaan limbah cair, pemanfaatan limbah kulit kedelai, modifikasi peralatan, pembuatan cerobong asap, penambahan SOP, dan penggantian bahan bakar.