Proses sosialisasi anak dapat didentifikasi sejak anak dilahirkan. Seorang anak bayi awalnya tidak menyadari akan lingkungan sosialnya, namun lambat laun mulai memiliki perhatian terhadap benda-benda di sekelilingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian perkembangan sosial pada anak, tahapan dalam perkembangan sosial anak, kemampuan sosialisasi anak pada lingkungan sekitar, serta upaya guru dalam meningkatkan perkembangan sosial anak. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) yakni penelitian atas literatur-literatur yang berkaitan dengan perkembangan sosial dan kemampuan sosialisasi anak pada lingkungan sekitar. Hasil kajian menunjukkan adanya tahapan perkembangan sosial anak bermula dari tahapan permainan solider (0-2 tahun), tahap semi solider (2-3 tahun), permainan kooperatif (3-4 tahun), permainan khayal (4-5 tahun), permainan keteraturan (5-10 tahun), dan permainan kelompok terorganisir (10-14 tahun). Berdasar tahapan-tahapan tersebut dapat dianalisis bahwa anak mulai berkembang sosialnya saat berusia 3 tahun atau pada masa tahapan permainan kooperatif. Upaya mengembangkan kemampuan sosialisasi anak diantaranya dengan metode ganjaran dan hukuman, metode didactic teaching, dan metode pemberian contoh.
Copyrights © 2021