Wahyu-wahyu Allah selain al-Qur’an juga diwahyukan melalui ide-kata. Al-Qur’an adalah satu-satunya Wahyu yang benar-benar telah diwahyukan oleh Allah dengan lafal dan maknanya. Sebagian para ulama menafsirkan wahy sebagai ilham yang hanya mendatangkan makna tanpa kata. Tidak sedikit para orientalis yang meneliti kejiwaan Muhammad, apakah beliau orang yang sehat atau sakit, karena pengakuannya sebagai nabi sangat dianggap mustahil. Karena melihat al-Qur’an sebagai berasal dari kitab-kitab suci sebelumnya dan menolak kenabian Muhammad sebagai peristiwa trans historis, bagi mereka kenabian Muhammad adalah imitasi. Fazlur Rahman membedakan hakikat Wahyu al-Qur’an yang unik dari bentuk-bentuk pengetahuan kreatif lainnya dan meletakkan al-Qur’an berada pada urutan paling atas berkenaan dengan hakikat keilahian dan inpirasi ide-kata. Rahman menyatakan bahwa seluruh pengetahuan kreatif, bentuk puitis serta bentuk-bentuk kreatif seni lainnya masuk ke dalam kategori yang sama dengan Wahyu al-Qur’an: ide-ide dan kata-kata lahir dalam pikiran si penerima inspirasi. Secara psikologis, tidak diragukan bahwa kesemuanya itu sama dan membentuk tingkatan-tingkatan yang menarik dari fenomena inspirasi yang sama
Copyrights © 2021