Anwar Rudi
STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FILOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.017 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.26

Abstract

Teks/ naskah klasik yang dalam istilah pesantren disebut kitab kuning, manuskrip, kutub at turath, makhtutot, merupakan khazanah intelektual muslim yang tak ternilai harganya dan dirasa perlu dijaga kelestariannya agar tidak hilang ditelan zaman meski sudah banyak lembaga pendidikan Islam yang telah beralih atau menggantinya dengan karya-karya ulama kontemporer. Diantara cara melestarikannya adalah dengan tetap mengkaji ulang dan meneliti teks tersebut meskipun bukan teks aslinya. Dengan cara ini maka akan diketahui biografi pengarang, sejarah, adat istiadat dan budayanya. Filologi merupakan bidang studi kebahasaan yang terfokus dan beraspek pada kajian naskah/ teks lama. Dapat disimpulkan pula bahwa filolog (ahli filologi) adalah ahli bahasa. Para filolog pertama disebut juga kaum gramatici dari Alexandria. Dalam pengertian demikian, kegiatan utama filologi ditujukan kepada bahasa. Filologi sendiri dipandang sebagai pengetahuan tentang bahasa. Meski secara umur tergolong ketinggalan zaman, namun teks/ naskah klasik kontribusinya sangat besar bagi yang tekun mempelajarinya, bahkan bisa dikatakan masih sangat relevan di zaman seperti sekarang ini. Dengan filologi; (i) pengetahuan tentang studi bahasa bisa meningkat. (ii) bisa mengungkap nilai-nilai budaya lama sebagai alternatif pengembangan kebudayaan modern. (iii) budaya dan warisan leluhur senantiasa tetap lestari dan tidak tergerus modernisasi.
التحليل التقابلي بين اللغة العربية واللغة الإندونيسية على مستوى حروف الجر Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2015): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.065 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v3i1.58

Abstract

ومع ذلك، توجد الصعوبات في تعلّم اللغة التي ليست اللغة الاصلية لمتعلّمي اللغة. من ثمّ تستخدم الطرق والمناهج اللغوية لإنهاء تلك المشكلات ومنها بتطبيق التحليل التقابلي بين اللّغتين أو الاكثر من أرومة المختلفة[1]، كالمقابلة بين الفرنسية والعربية مثلا، أو بين الإندونيسية والعربية مثلا آخر. الأسس النظرية - التي أصبحت معروفة باسم فرضية التحليل التقابلي – صيغت في كتاب لادو (Lado) في اللغويات عبر الثقافات (Linguistics Across Cultures) .في هذا الكتاب، ادعى لادو أنّ " تلك العناصر التي تتشابه مع اللغة الأم )للمتعلّم( تكون بسيطة له، وتلك العناصر التي تختلف ستكون صعبة. "[2] ولذلك، فإن التحليل التقابلي في اللغة العربية واللغة الإندونيسية يسهّل فهم مجال حروف الجرّ في هتين اللغتين المختلفتين ويمكن اكتشاف الأخطاء اللّغوية من متعلّمي اللغة ووصفها.[3] أحمد سليمان ياقوت، في علم اللغة التقابلي: دراسة تطبيقية (اسكندرية: دار المعرفة الجامعية،1983)، ص.7[1] Douglas Brown,H., Principles of Language Learning and Teaching, (New York: Pearson Education, inc., 2007), h. 249 [2] Jos Daniel Parera, Linguistik Edukasional: Metodologi Pembelajaran Bahasa, Analisis Kontrastif Antarbahasa, Analisis Kesalahan Berbahasa, (Jakarta: Erlangga, 1997), h. 108 [3]
SEMANTIK DALAM BAHASA: Studi Kajian Makna Antara Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.415 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i1.65

Abstract

Kajian mendasar dalam ilmu bahasa adalah kajian semantik yang meliputi studi tentang bagaimana makna dibangun, diinterpretasikan, diklarifikasi, tertutup, ilustrasi, disederhanakan dinegosiasikan, bertentangan dan mengulangi. Makna bahasa, khususnya makna kata, terpengaruh oleh berbagai konteks. Makna kata dapat dibangun dalam kaitannya dengan benda atau objek di luar bahasa. Dalam konsepsi ini, kata berperan sebagai label atau pemberi nama pada benda- benda atau objek-objek yang berada di alam semesta. Kalimat, ujaran dan proposisi perlu dipahami dalam kajian semantik. Dalam keseharian, kerap tidak kita bedakan atau kalimat dengan ujaran. Kalimat sebagaimana kita pahami satuan tata bahasa yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Sedangkan ujaran dapat terdiri dari satu kata, frase atau kalimat yang diujarkan oleh seorang penutur yang ditandai oleh adanya unsur fonologis, yakni kesenyapan. dalam semantik kedua konsep ini memperlihatkan sosok kajian makna yang berbeda. Makna ujaran, misalnya lebih banyak dibahas dalam semantik tindak tutur. Peran konteks pembicaraan dalam mengungkapkan makna ujaran sangat penting. Sementara kajian makna kalimat lazimnya lebih memusatkan pada konteks tata bahasa dan unsur lain. Penelitian ini berkaitan dengan medan makna tersebut. Apa sajakah jenis-jenis makna serta faktor perubah makna dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Bagaimanakah perkembangan semantik dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia yang menyerap bahasa Arab.
SEMANTIK DALAM BAHASA: Studi Kajian Makna Antara Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.23 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.79

Abstract

Kajian mendasar dalam ilmu bahasa adalah kajian semantik yang meliputi studi tentang bagaimana makna dibangun, diinterpretasikan, diklarifikasi, tertutup, ilustrasi, disederhanakan dinegosiasikan, bertentangan dan mengulangi. Makna bahasa, khususnya makna kata, terpengaruh oleh berbagai konteks. Makna kata dapat dibangun dalam kaitannya dengan benda atau objek di luar bahasa. Dalam konsepsi ini, kata berperan sebagai label atau pemberi nama pada benda- benda atau objek-objek yang berada di alam semesta. Kalimat, ujaran dan proposisi perlu dipahami dalam kajian semantik. Dalam keseharian, kerap tidak kita bedakan atau kalimat dengan ujaran. Kalimat sebagaimana kita pahami satuan tata bahasa yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Sedangkan ujaran dapat terdiri dari satu kata, frase atau kalimat yang diujarkan oleh seorang penutur yang ditandai oleh adanya unsur fonologis, yakni kesenyapan. dalam semantik kedua konsep ini memperlihatkan sosok kajian makna yang berbeda. Makna ujaran, misalnya lebih banyak dibahas dalam semantik tindak tutur. Peran konteks pembicaraan dalam mengungkapkan makna ujaran sangat penting. Sementara kajian makna kalimat lazimnya lebih memusatkan pada konteks tata bahasa dan unsur lain. Penelitian ini berkaitan dengan medan makna tersebut. Apa sajakah jenis-jenis makna serta faktor perubah makna dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Bagaimanakah perkembangan semantik dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia yang menyerap bahasa Arab.
Analisis Semiotika Dalam Shiir Hubb Karya Adonis Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.77 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.109

Abstract

Karya sastra adalah penuangan ide- ide yang di imajinasikan menjadi teks yang memiliki nilai-nilai etika dan estetika. Karya sastra juga harus mampu melahirkan suatu kreasi yang indah. Proses kreatif karya sastra banyak unsur yang terlibat di dalamnya, seperti ilmu pengetahuan, wawasan, pemikiran, keyakinan dan pengalaman fisik, serta unsur imajinasi pengarang. Sebuah novel disamping memiliki unsur struktur pembangunnya, novel memiliki unsur semiotik yaitu mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, dan konvensi-konvensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti dan makna. Sehubungan pernyataan tersebut maka peneliti melakukan penelitian ini untuk menemukan unsur semiotik yang terdapat di dalam shiir Hubb karya Adonis. Setelah diteliti, ternyata dalam shiir Hubb karya Adonis ini ditemukan banyak pemakaian bahasa yang memiliki kata bernilai semiotik. Sesuai dengan judul penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni metode deskriptif yang disertai kegiatan analisis, dimana data diperoleh dengan cara membaca shiir Hubb karya Adonis. Teknik pengolahan data yang digunakan yaitu teknik telaah pustaka, teknik dokumentasi, teknik analisis dan teknik pengolahan data. Melalui analisis semiotik shiir Hubb karya Adonis banyak ditemukan tanda yang tersurat. Melalui analisis ini perlu disampaikan kepada pembaca agar dapat menghayati dan menghargai karya sastra dan memahami sistem semiotik yang terdapat dalam karya sastra tersebut.
أهمية مهارة الكلام Bambang Hermanto; Anwar Rudi; Nur Rahmad Yahya Wijaya
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2019): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.679 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i2.137

Abstract

الكلام مهارة إنتاجية تطلب من المعلم القدرة على استخدام الأصوات بدقة و التمكن من الصيغ النحوية و نظام ترتيب الجمل و الكلمات حتى تساعد على التعبير عما يريده المتكلم فى مواقف الحديث أي إن الكلام عبارة عن عملية إدراكية تتضمن دافعا للتكلم ثم مضموما للحديث.كما أن الكلام يعتبر عملية إنفعالية إجتماعية تتم تبين طرفين هما المتكلم والمخاطب بحيث يتبادلان الأدوار من وقت لأخر فيصبح المتحدث سامعا والسامع متحدثا، ويحتاج الحديث إلى النطق ويحتاج النطق إلى العمليات الذهنية المرتبطة بالتعبير الشفهي ولذلك فليس لمتحدث واحد سيطرة تامة على الموقف من حيث اختيار الأفكار والموضوعات. معنى هذا أن الكلام هو عملية تبدأ صوتية وتنتهى بإتمام عملية إتصالية مع متحدث من إبناء اللغة فى موقف إجتماعي ومن هنا فالفرض من الكلام نقل المعنى