Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan media sosial yang berlebih yang membuat implikasi terhadap perilaku narsis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi media sosial terhadap perilaku narsis masyarakat dan mencegah perilaku narsis menjadi suatu kelainan kepribadian masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif. Penelitian ini berlokasi di Kota Padangsidimpuan. Populasi penelitian ini adalah siswa di Sekolah Dasar Kota Padangsidimpuan dengan rentang umur 12 tahun yang menggunakan media sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuisoner/angket secara langsung dengan total 400 informan. Berdasarkan hasil dan analisis yang dilakukan pada data yang diperoleh, maka penelitian ini memperoleh hasil bahwa tidak terdapat implikasi media sosial terhadap perilaku narsis di Kota Padangsidimpuan. Hal ini dapat terlihat pada 5 pernyataan yang diminta untuk dijawab oleh responden. Dimana setiap  pertanyaan yang diajukan merupakan 5 diantara 9 indikator perilaku narsis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan tidak adanya implikasi media sosial terhadap perilaku narsis di Kota Padangsidimpuan yaitu faktor sarana, faktor orangtua, dan faktor Kebijikan Sekolah.
Copyrights © 2022