Membaca permulaan merupakan sebuah tahapan proses belajar bagi peserta didik sekolah dasar kelas awal. Dari membaca, siswa dituntut untuk memiliki kemampuan memahami untuk membaca dengan intonasi yang dasar dan sesuai sebagai bekal untuk pembelajaran selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SDN 2 Ngrayung. Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Ngrayung Kabupaten Trenggalek dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil analisis membaca permulaan di SDN 2 Ngrayung diperoleh bahwa siswa kelas 1 memperoleh nilai baik dimana 3 indikator rata-rata siswa sudh menguasai, hanya tinggal 2 indikator yang masih perlu bimbingan dari guru. siswa disini sudah lancar ketika membaca cerita pendek dan hanya ada 1 siswa ketika membaca cerita pendek sering melakukan pengulangan kata. Maka dari hasil analisis yang diperoleh, siswa kelas 1 di SDN 2 Ngrayung memiliki kemampuan membaca permulaan yang berbeda-beda, sehingga guru harus mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa, agar kegiatan belajar Kemampuan membaca bagi siswa dipandang menjadi penentu keberhasilan dalam aktivitas belajarnya di sekolah, dimana seluruh materi pelajaran dalam berbagai bidang studi harus dipahami dan menuntut pemahaman melalui aktivitas membaca. Hasil riset Programme for International Student Assessment (PISA) menyebutkan bahwa kemampuan membaca siswa di Indonesia di urutan ke 57 dari 65 negara. Berdasarkan hasil riset tersebut menunjukan bahwa siswa indonesia memiliki kemampuan membaca yang rendah dibandingkan negara lain. Secara umum setiap guru mengharapkan anak didiknya dapat membaca dengan lancar.
Copyrights © 2022