Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kontak masyarakat Kota Bandung dengan masyarakat luar yang menyebabkan masyarakatnya bilingual, bahkan multilingual, termasuk pelajarnya di lingkungan sekolah yang kemudian memengaruhi timbulnya fenomena kedwibahasaan dan diglosia dalam pembelajaran bahasa termasuk bahasa Sunda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran kedwibahasaan dan diglosia terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran bahasa Sunda di SMA Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik survei angket dan wawancara. Sumber data dijaring sebanyak 129 responden siswa SMA di Kota Bandung dan 3 orang guru pelajaran bahasa Sunda. Hasilnya menunjukan bahwa kedwibahasaan dan diglosia berperan dalam menentukan bahan ajar, memilih metode ajar, serta dalam mempertegas materi yang kurang dipahami dengan data bahwa 84% siswa lebih mengerti ketika guru menjelaskan menggunakan bahasa Sunda-Indonesia untuk mempertegas materi.
Copyrights © 2022