Merebaknya kasus Covid-19 yang penyebarannya mulai mengkhawatirkan, maka terhitung mulai tanggal 16-28 Maret 2020 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Kondisi ini mengharuskan guru menyiapkan pembelajaran secara online. Namun seiring berjalannya waktu, banyak kendala yang dihadapi siswa, orang tua dan guru dalam proses pembelajaran jarak jauh ini. Dari hasil catatan kejadian bimbingan konseling selama 3 bulan terakhir diperoleh data rata-rata sebanyak 36% siswa tidak mengikuti PJJ pada rata-rata seluruh mata pelajaran. Hasil wawancara terhadap orang tua sebagian besar anak sebenarnya sudah di dorong oleh orang tua untuk belajar, tetapi anak sendiri terkadang kurang mengindahkan karena kondisi tidak sama seperti di sekolah. Kedisiplinan belajar dan prestasi belajar merupakan dua aspek yang saling mempengaruhi. Tindak lanjut yang diambil oleh layanan bimbingan dan konseling di SMPN 2 Jatisrono adalah dengan melaksanakan “Kosasi”. “Kosasi” adalah akronim dari Konselor Sabahat Siswa, yang memiliki pengertian Guru BK yang mampu bersahabat baik dengan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses, hasil dan dampak penggunaan metode “Kosasi” dalam mengoptimalkan kedisiplinan belajar siswa selama PJJ. Hasil dari penerapan konselor sabahat siswa “Kosasi” dalam layanan bimbingan dan konseling mampu mengoptimalkan kedisiplinan belajar siswa selama pembelajaran jarak jauh di SMPN 2 Jatisrono.
Copyrights © 2021