Isu banyaknya kasus kekerasan dan bullying di kalangan anak menandai semakin merosotnya jati diri pada generasi muda. Kondisi ini mencerminkan lemahnya pendidikan karakter yang diberikan kepada anak dalam setting pendidikan maupun keluarga.Peran keluarga sebagai garda pertama dalam merangsang pembentukan karakter anak dinilai masih lemah, terlebih pada era perkembangan teknologi dan informasi yang kian pesat dan cepat.Karakter merupakan aspek penting jati diri seseorang dalam bentuk tindakan yang dinilai berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat.Yates dan Yates mengungkapkan bahwa karakter adalah kualitas dalam diri individu yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku yang menyebabkan seseorang dapat dihormati.Tujuan penelitian ini merespon fenomena dekadensi karakter pada anak yang menjadi isu penting dalam perkembangan moral anak di era disrupsi.Data kualitatif didapatkan dari hasil analisis guna mendapatkan solusi dalam menentukan strategi yang tepat dalam mengembangkan karakter dalam setting keluarga era disrupsi. Berdasarkan hasil temuan, penulis menemukan dua temuan utama. Pertama, strategi pendidikan karakter dalam setting keluarga. Kedua, peran orang tua dalam pembentukan karakter anak di era disrupsi.Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada orang tua, guru, dan pihak terkait yang terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan karakter pada anak pada era disrupsi.
Copyrights © 2021