Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERILAKU ASERTIF DALAM PERSPEKTIF ISLAM Hikmah, Nurul
Liwaul Dakwah: Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2020): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku asertif adalah kemampuan mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan yang menjadi haknya secara jelas dan tegas kepada orang lain tanpa menyalahi, menghina dan meremehkan hak pribadinya dan orang lain. Fenomena kecenderungan seseorang melakukan kenakalan atau perilaku negatif bersumber dari lemahnya perilaku asertif yang dimilikinya. Dalam kehidupan sehari-hari, individu harus mampu dan jujur mengatakan “iya” ketika mau mengatakannya dan mampu mengatakan “tidak” ketika tidak mau. Tanpa merasa diintimidasi oleh rasa tidak nyaman setelah melakukannya. Dewasa ini menjadi asertif adalah tuntutan, meskipun pengaruh lingungan, budaya, dan teman sebaya sangat kuat. Seseorang dituntut memiliki perilaku asertif dalam kehidupan sehari- hari agar mampu berkomunikasi dengan efektif, jujur, dan tegas tanpa merasa diintimidasi dan berada di bawah kekuasaan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku asertif dalam perspektif Islam dengan menggunakan kajian studi literature. Data bersumber dari buku dan artikel jurnal ilmiah. Dalam perspektif Islam, perilaku asertif menuntut individu untuk berkata jujur dan lugas (qaulan sadida), tegas sebagai pembelaan hak pribadi, berani mengutarakan pendapat, dan menghargai hak orang lain.
Mother’s Role in Minimizing Phubbing Potential in Early Childhood: A Social Pathology Perspective Mahmuriati Mahmuriati; Nurul Khansa Fauziyah; Nurul Hikmah; Hartini Mudarsa; Desi Murni Lasari
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 4 (2022): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i4.7055

Abstract

A mother has a significant role in minimizing the adverse effects of smartphone usage for children, including the risk of Phubbing. Dependence on smartphones can make children lazier and not interested in physically interacting with their playmates. In fact, social beings must be able to interact and care about their environment. Phubbing in early childhood can occur if there is no parental role in controlling smartphone use.  This study focuses on the mother’s role in minimizing Phubbing behavior since early childhood. This is descriptive research with qualitative approach. This study uses a purposive sampling technique with the characteristics of mothers who have children aged 2-6 years who are lightly addicted to smartphone. This study found that the way mothers deal with smartphone addiction in early childhood are by; observing carefully the children's activities, teach a good habit, discipline practice, make good communication. Dependence on smartphones and phubbing behavior is one of the pathological behaviors, as one of the consequences of human maladjustment on modernization that occurs quickly. Therefore, a mother needs to control the use of smartphones for her children, so that the potential for phubbing in children can be minimized.
Strategi Pendidikan Karakter Pada Anak Dalam Setting Keluarga di Era Disrupsi Nurul Hikmah
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 1 (2021): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.44 KB) | DOI: 10.47766/ga.v2i1.1351

Abstract

Isu banyaknya kasus kekerasan dan bullying di kalangan anak menandai semakin merosotnya jati diri pada generasi muda. Kondisi ini mencerminkan lemahnya pendidikan karakter yang diberikan kepada anak dalam setting pendidikan maupun keluarga.Peran keluarga sebagai garda pertama dalam merangsang pembentukan karakter anak dinilai masih lemah, terlebih pada era perkembangan teknologi dan informasi yang kian pesat dan cepat.Karakter merupakan aspek penting jati diri seseorang dalam bentuk tindakan yang dinilai berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat.Yates dan Yates mengungkapkan bahwa karakter adalah kualitas dalam diri individu yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku yang menyebabkan seseorang dapat dihormati.Tujuan penelitian ini merespon fenomena dekadensi karakter pada anak yang menjadi isu penting dalam perkembangan moral anak di era disrupsi.Data kualitatif didapatkan dari hasil analisis guna mendapatkan solusi dalam menentukan strategi yang tepat dalam mengembangkan karakter dalam setting keluarga era disrupsi. Berdasarkan hasil temuan, penulis menemukan dua temuan utama. Pertama, strategi pendidikan karakter dalam setting keluarga. Kedua, peran orang tua dalam pembentukan karakter anak di era disrupsi.Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada orang tua, guru, dan pihak terkait yang terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan karakter pada anak pada era disrupsi.
Healing Sebagai Strategi Coping Stress Melalui Pariwisata Nurul Hikmah; Nurul Khansa Fauziyah; Minda Septiani; Desy Murni Lasari
Indonesian Journal of Tourism and Leisure Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Lasigo Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijtl.v3i2.308

Abstract

“Healing" has become a popular trend in Indonesia. Although it differs from the actual meaning of "healing" in a psychological perspective, "healing" describes recovery and healing in general, including the activities one does during the holidays to recover from the physical and mental boredom and fatigue one is experiencing. The literature on "healing" as a stress coping strategy in the tourism frame has not been discussed in detail in previous studies. This article aims to discuss the trend of "healing" as a stress coping strategy in the tourism context that can be practiced in tourism development in Indonesia. Coping stress is an individual response as an effort that can be made to obtain peace and inner peace against the type of stress experienced. This study uses a systematic literature review approach. There are two important findings in this study, first, coping with stress through the trend of "healing" is included in the type of emotion focused coping, which is a conscious adjustment. Second, "healing" activities which are carried out in the form of fun and calming activities such as nature tourism, culinary tourism, cultural tourism and special interest tourism. Optimizing stress coping strategies through tourism is an important step that can be taken to support the achievement of individual well-being which can develop interest in tourism visits in Indonesia
Pemasaran Kopi Gayo Melalui Sektor Pariwisata; Analisis Sosiologi Pilihan Rasional Nurul Khansa Fauziyah; Shasa Chairunnisa; Aini Mahara; Nurul Hikmah
Indonesian Journal of Tourism and Leisure Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Lasigo Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijtl.v4i1.304

Abstract

Before the COVID-19 pandemic, the tourism sector was the strongest sector in the world economy. The great strength of the tourism sector is proven by the rapid recovery of the sector after the COVID-19 pandemic. The tourism sector includes several things, including exhibitions, expos, and festivals. The purpose of this study was to find out how the rational thinking process of the Bener Meriah Regency government was used in choosing a sector for marketing Gayo coffee. This study used a qualitative approach with interview and observation techniques. The results of this study show that the tourism sector is one of the choices for the Bener Meriah Regency government in marketing Gayo coffee products. The tourism sector, in this case, is exhibition, expo, and festival activities. This activity is considered beneficial for Gayo coffee marketing because it can directly bring together coffee producers with tourists who are potential customers. Therefore, the Bener Meriah Regency government, taking into account (rational) resources and profits, chose the tourism sector to market Gayo coffee.