Saat ini pedagang batik Pekalongan telah banyak yang melakukan adopsi pemasaran secara elektronik dengan memanfaatkan web. Namun, banyaknya kasus penipuan menjadikan tingkat kepercayaan konsumen menurun. untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dapat menggunakan model e-marketplace. Kualitas suatu website e-marketplace mempengaruhi banyaknya pelanggan yang memutuskan untuk berbelanja melalui e-marketplace tersebut. Dimensi yang memperngaruhi kualitas suatu web e-marketplace antara lain service quality, system quality, information quality dan vendor-spesific quality. Dalam penelitian ini akan melakukan pemilihan e-marketplace bagi pedagang batik Pekalongan sebagai usaha perluasan akses pasar menggunakan integrasi metode fuzzy AHP dan fuzzy TOPSIS. Dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan pada para pedagang batik Pekalongan. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa kriteria service quality memiliki bobot 28.4%, kriteria system quality memiliki bobot 23.1%, kriteria information quality memiliki bobot 25,1% dan kriteria vendor specific quality memiliki bobot 23,4%. Urutan perangkingan alternatif yaitu TP (CC 0.7543) , LAZ (CC 0.07535) dan BL (CC 0.07281). Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi pedagang batik Pekalongan dalam pemilihan e-marketplace sebagai usaha perluasan pasar dan bagi para pengembang e-marketplace dalam menentukan strategi pengembangan web e-marketplace.
Copyrights © 2018