Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan. Tujuan studi tindakan kelas ini adalah untuk mengatasi masalah keterampilan mendengarkan. Karena masih banyak guru yang takut menggunakan media tersebut, maka situasi sebenarnya yang ada di kalangan siswa kelas VIII di SMP Satap Negeri 1 Nanusa masih kurang. Media audio visual serta taktik kerja kelompok digunakan. Penelitian ini diawali dengan hasil fundamental dan dua siklus. Efektivitas setiap siklus diukur dengan mengamati dan mengukur aktivitas dengan dua cara: evaluasi produk dan evaluasi proses. Sedangkan data hasil kapasitas mendengarkan metode kerja kelompok melalui media audio visual dianalisis dengan mendeskripsikan nilai rata-rata siklus untuk mencapai taraster pembelajaran sebesar 75%. Pada pengamatan pertama, rata-rata hasil kelas sebesar 69,44 persen, dan rata-rata kemampuan menyimak pada siklus I sebesar 75,125 persen, namun sebesar 87,50 persen pada siklus II. Berdasarkan hasil 1 dan 2, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Kemampuan mendengarkan menggunakan proses kerja kelompok media audio visual di kelas VIII SMP Satap Negeri 1 Nanusa cukup baik; dan (2) Penggunaan media audio visual dalam meningkatkan kapasitas mendengarkan sangat berhasil.
Copyrights © 2023