ABSTRAKKeterampilan dan kompetensi sangat dibutuhkan untuk dapat bersaing di era Revolusi Industri 4.0, salah satunya adalah keterampilan bahasa Inggris sebagai lingua franca di hampir seluruh bidang ilmu pengetahuan. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia menetapkan kebijakan tentang kemampuan bahasa Inggris para lulusannya, yaitu dengan memberlakukan ketentuan skor Test of English as a Foreign Language (TOEFL) atau ekuivalen sebagai salah satu persyaratan ujian sidang skripsi. Penelitian sebelumnya berkesimpulan bahwa para mahasiswa Indonesia memiliki tantangan linguistik dan non-linguistik dalam menjawab soal TOEFL. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Singaperbangsa Karawang untuk memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. Kegiatan diselenggarakan dalam bentuk pelatihan secara dalam jaringan (daring) dengan menggunakan platform Zoom Meeting Room dan WhatsApp dan melibatkan 45 orang peserta. Materi pelatihan mencakup informasi pengantar tentang TOEFL serta materi bagian Reading Comprehension dan Structure and Written Expression yang mencakup pembahasan jenis-jenis dan berbagai strategi menjawab soal. Dari pelaksaan program ditemukan bahwa secara umum peserta dapat mengaplikasikan pengetahuannya. Terdapat peningkatan rata-rata skor evaluasi peserta pasca pelaksanaan kegiatan sebanyak 13,35%. Namun, evaluasi terhadap pertanyaan yang banyak dijawab salah oleh para peserta menunjukan ada beberapa jenis pertanyaan yang belum dikuasai oleh para peserta. Kata kunci: daring; bahasa Inggris; pelatihan; TOEFL. ABSTRACTSkills and competences are important in order to participate in the 4.0 Industrial Revolution era. One of the skills is English language. Some universities in Indonesia apply English language requirement policy in which students need to submit their score of the Test of English as a Foreign Language (TOEFL) score or its equivalent prior to their thesis defense. Previous studies concluded that Indonesian students have linguistic and non-linguistic challenges in answering TOEFL questions. Thus, this community service program was carried out to improve students’ ability and readiness to meet the standard. The training program was held online using Zoom Meeting Room and WhatsApp platforms. The participants were 45 students of the English Education Department at Universitas Singaperbangsa Karawang. The materials were information about the TOEFL as well as materials for Reading Comprehension and Structure and Written Expression which included types of questions and strategies to answer the questions. It was found that the participants generally could apply their knowledge. The participant’s average evaluation score grew by 13.35% following the training. However, the evaluation of frequently missed questions showed that students had problems answering some types of question. Keywords: english; online; TOEFL; training.
Copyrights © 2023