ABSTRAKKomoditas kopi Arabika di Kabupaten Bangli provinsi Bali pada Tahun 2018 mencapaisebesar 2.252 Ton. Tingginya hasil perkebunan kopi ini berdampak dengan tingginya hasil limbahkulit buah kopi pasca panen yang dihasilkan. Limbah kulit kopi yang dihasilkan rata-rata mencapai16,37% atau setiap pengolahan buah kopi akan dihasilkan 45% kulit kopi, 10% lender, 5% kulit aridan 40% biji kopi. Pemanfaatan limbah kulit kopi dilakukan dengan mengolahnya menjadi tehcascara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dan rasiopenyeduhan terhadap total asam, pH dan warna teh cascara kopi arabika (Coffea arabika L.).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial; dengan 2 faktor perlakuan.Faktor I adalah cara pengeringan (sinar matahari:oven) dan faktor II adalah rasio penyeduhan tehkering : air (1:200; 3:200; 5:200) dengan 4 kali ulangan. Total asam ditentukan dengan metodeiodometri, Derajat keasaman (pH) ditentukan dengan pH meter, dan Warna dengan colour reader.Hasil analisa menunjukkan metode pengeringan sinar matahari memiliki total asam tinggi dansejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan yaitu pada rasio penyeduhan 5:200 (0,64%). Derajatkeasaman (pH) menunjukkan metode pengeringan sinar matahari memiliki pH rendah sejalandengan peningkatan rasio penyeduhan yaitu pada rasio penyeduhan 5:200 (5,69). Warna pada airseduhan ditunjukkan dari Nilai kecerahan (L*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kecerahan lebih rendah sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisarantara 0,43-0,76%. Nilai kemerahan (a*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kemerahan tinggi sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisar antara(39,49-49,12%). Nilai Kekuningan (b*) menunjukkan metode pengeringan sinar mataharimenghasilkan nilai kecerahan lebih rendah sejalan dengan peningkatan rasio penyeduhan berkisarantara (-21,16- -27,74%).Kata kunci: Cascara, Pengeringan, Rasio Penyeduhan, Total Asam, Warna
Copyrights © 2020