Beras merupakan makanan pokok bagi masyarakat indonesia, khususnya beras putih, akan tetapi masih belum terjamin keamanannya. Kadmium merupakan logam berat yang tidak memiliki fungsi dalam tubuh manusia dan dapat menyebabkan toksik. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kadar dan konsentrasi logam kadmium dalam beras yang berasal dari daerah Maos berdasarkan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Hasil analisis kadar kadmium menunjukan bahwa konsentrasi logam kadmium dari 5 sampel yang terdeteksi paling tinggi berada pada desa Maoskidul sebesar 0,37 mg/kg tetapi masih memenuhi ambang batas logam kadmium pada beras yaitu sebesar 0,4 mg/kg. Pencemaran logam kadmium pada Desa Maoskidul disebabkan oleh penggunaan pestisida dalam jangka panjang, dimana dapat meningkatkan kandungan logam berat kadmium dan mempengaruhi beras yang dihasilkan.
Copyrights © 2022