Air sumur merupakan sumber air yang paling sering digunakan masyarakat namun air sumur perlu dilakukan pengawasan terhadap kualitas fisik, kimia maupun mikrobiologinya. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang pengaruh Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) terhadap kualitas fisik air sumur gali. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh saluran pembuangan air limbah terhadap kualitas fisik air sumur gali di Desa Telagawaru. Metode yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua sumur gali yang digunakan sebagai sarana sumber air bersih keluarga. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan besar sampel sebanyak 69 sumur gali. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Parameter SPAL yang diukur dalam penelitian ini diantaranya saluran yang dibuat dari batu bata dan semen, atau paralon, jarak dari sumber pencemar 10-15 meter, tidak retak. Hasil penelitian yaitu kondisi sumur gali memenuhi syarat sebanyak 69 (100%) namun kondisi SPAL sumur gali tidak memenuhi syarat sebanyak 69 (100%). Parameter kualitas fisik air sumur gali (bau, rasa warna) menunjukkan dari 69 Sumur Gali (SGL) yang kualitas airnya berbau sebanyak 20 SGL (29%) sedangkan 49 SGL (71%) kualitas air tidak berbau. Kualitas air yang memiliki rasa yaitu 21 SGL (30,4%) sedangkan 48 SGL (69,6%) kualitas airnya tidak berasa. Kualitas air berwarna dari 69 SGL terdapat 37 SGL (53,6%) berwarna dan 32 SGL (46,4%) tidak berwarna. Kesimpulan Ada Pengaruh Bermakna Tidak Tersedianya Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) terhadap kualitas fisik air sumur gali di Desa Telagawaru.
Copyrights © 2023