Kasus hipertensi di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hipertensi terus belanjut mengarah kepada komplikasi ketika penderita hipertensi belum melaksanakan pengontrolan tekanan darah atau self managemetn secara teratur. Penatalaksanaan hipertensi yang merupakan penyakit kronis meliputi pengobatan rutin dan perubahan gaya hidup sehat dan memerlukan self management yang baik. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor yang berpengaruh pada self management pasien hipertensi secara dini tentu hal ini bisa membantu pasien mengelola penyakit lebih optimal. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik, pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 120 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hypertension Self Management Behavior Quetionnaire (HSMBQ, kuesioner ini telah dilakukan uji validitas (r hitung antara 0,375-0,781) serta uji reliabilitas (0,949). Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil: berdasarkan penelitian yang dialkukan didaptkan bahwa responden sebagian besar mempunyai self management yang kurang atau rendah yaitu sejumlah 65 (54,2%), Tekanan darah sistolik kategori pr hipetensi sejumlah 51 (42,5%) dan katagori stadium I sejumlah 24 (26,7%). Ada hubungan antara self management dengan tekanan darah sistolik pasien hipertensi didapatkan p value= 0,006 ( <0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hubungan negatif self management dengan tekanan darah sistolik, hal ini menunjukkan bahwa jika self management baik maka semakin rendah tekanan darah sistolik, hal ini berlaku sebaliknya self management rendahatau kurang baik maka semakin tinggi tekanan darahpada penderita hipertensi.
Copyrights © 2023