Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan buah kelapa untuk pemberdayaan kelompok Cahaya Mekar dan Batok Kriya serta kinerja setiap kelompok mulai dari proses pembuatan produk dari bahan mentah hingga barang jadi sehingga dapat memetik pelajaran dari upaya pemberdayaan kelompok. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik analisis interaktif serta penyajiannya menggunakan model Miles And Huberman. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan kelompok dimana dalam mencapai tujuan pemberdayaan menggunakan metode Schmidt (1974) yaitu memberikan pengalaman baru kepada masyarakat serta menata pengalaman lama dengan cara baru dalam memanfaatkan buah kelapa di Desa Maruat. Hasil penelitian ini didapat beberapa temuan bahwa pemanfaatan kelapa di Desa Maruat terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Cahaya Mekar dan kelompok Batok Kriya dimana perbedaan kinerja kedua disebabkan oleh indikator pada kelompok Batok Kriya yaitu a) Tenaga Kerja, kelompok Batok Kriya tersisa satu orang sehingga kelompok tidak dapat berkembang. b)Teknologi Pemasaran, tidak menggunakan media sosial sebagai media promosi sehingga produk yang dihasilkan kurang dikenal khalayak luas. c)Jaringan Pemasaran, kerjasama dengan perusahaan dan toko sebagai distributor kepada konsumen yang kurang akan mempengaruhi perkembangan kelompok. d)Pendapatan Anggota, pendapatan yang tidak menentu berdampak pada konsistensi tenaga kerja untuk tetap mengolah batok kelapa menjadi kerajinan.
Copyrights © 2022