Artikel ini bertujuan untuk menelusuri gaya bahasa repetisi seperti anafora, epistrofa, mesodiplosis, dan anadiplosis yang digunakan dalam karya sastra. Karya sastra memiliki kaitan erat dengan keindahan pada segi pengekspresian penggunaan bahasa. Salah satunya adalah Novel. Novel memberikan banyak gambaran mengenai watak dan karakter tokoh yang kompleks pada tiap bagiannya. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan analisis stilistika. Data-data yang ditemukan dianalisis kemudian dikerucutkan pada pemaknaan gaya bahasa repetisi pada novel Kilau Cahaya Peradaban setebal 355 halaman karya Debby Faaza. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak catat. Teknik ini fokuskan sebagai pencatatan semua data pada novel yang memiliki makna gaya bahasa repetisi. Ditemukannya 10 penggunaan kelas kata nomina, 5 penggunaan kelas kata adjektiva, 2 penggunaan kelas kata verba, dan 3 penggunaan kelas kata pronomina yang dibenturkan dengan pemakaian gaya bahasa repetisi mampu lebih menunjukkan perasaan para tokoh, mendeskripsikan suasana, dan penjelasan makna terkait kata yang dihadirkan.
Copyrights © 2023