Tuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan dunia karena lebih kurang 1/3 penduduk dunia terinfeksi oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. TB menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lain. Sumber penularannya adalah penderita TB paru yang BTA (#) yang dapat menularkan kepada orang lain. Melalui strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi pada Program TB di Puskesmas Martoba Kota Pematangsiantar dilaporkan bahwa, selama waktu 3 tahun berturut - turut (tahun 2014 - 2016). Pada tahun 2014 ditemukan 533 kasus, tahun 2015 mengalami kenaikan sebanyak 535 kasus dan pada tahun 2016 mengalami kenaikan lagi menjadi 574 kasus. Peneliti melakukan survei langsung melihat kondisi dan melakukan wawancara singkat kepada 2 (dua) orang penderita TB. Hasil wawancara dan survei didapatkan bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian TB ini berdasarkan status gizi, kebiasaan merokok dan kontak serumah di puskesmas Martoba Kota Pematangsiantar tahun 2017. Ada hubungan bermakna antara status gizi dengan kejadian penyakit TB paru. Berdasarkan uji Chi-Sguare pada tingkat signifikan 0,05 didapatkan p-0,000. Ada hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian penyakit TB paru. Berdasarkan uji Chi-Sguare pada tingkat signifikan 0,005 didapatkan p“0,000. Ada hubungan bermakna antara riwayat kontak serumah dengan kejadian penyakit TB paru. Berdasarkan uji Chi-Sguare pada tingkat signifikan 0,05 didapatkan p=0,021 berarti ada hubungan bermakna antara riwayat kontak serumah dengan kejadian penyakit TB paru.
Copyrights © 2020