Pertumbuhan teknologi informasi membuka ruang seluas-luasnya bagi siapapun untuk memproduksi suatu pesan termasuk pesan-pesan agama yang beredar di masyarakat. Seiring dengan media-media keislaman yang tumbuh pesat, otoritas-otoritas keagamaan baru pun banyak bermunculan dan tidak monolitik. Beberapa di antaranya menyuarakan propaganda agamis sarat kepentingan politik hingga membelah kohesi sosial menjadi dua kutub yang berseberangan. Pada titik ini, sejumlah aktor berupaya memunculkan otoritas keagamaan tradisional yang mengarusutamakan wacana Islam moderat dan semangat nasionalisme. Artikel ini menganalisis salah satu upaya yang dilakukan akun Instagram @ulama.nusantara dalam menanggapi propaganda Islamis melalui konten-konten dakwah ulama-ulama yang kredibel. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan penggalian data melalui wawancara, observasi, serta kajian pustaka. Pada akhirnya kajian ini menunjukkan akun @ulama.nusantara berhasil mempromosikan nilai-nilai perdamaian, toleransi, serta menjadi rujukan keislaman yang otoritatif.
Copyrights © 2023