Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi Kelautan
Volume 4, Nomor 1, Edisi Maret 2023

Kandungan Nutrien Pada Air Baku, Bozem, Kolam Peminihan Dan Meja Kristalisasi Di Tambak Garam

Ary Giri Dwi Kartika (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura)
Makhfud Effendy (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura)
Arya Galin Fakhrul Islam Zain (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura)
Bahri Fadloli (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura)
Eka Nurrahema Ning Asih (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura)



Article Info

Publish Date
28 Mar 2023

Abstract

Tambak garam terdiri dari beberapa kolam dengan fungsinya masing masing. Pada kolam kolam air tersebut terdapat biota mikro lengkap dengan nutrien yang mendukung asupan nutrisinya. Nutrien yang terakumulasi terlalu banyak dalam air akan mempengaruhi kualitas hasil produksi garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien yang terdiri dari nitrat, fosfat dan amonia serta pengaruhnya terhadap parameter kualitas air. Penelitian dilakukan pada 2 tambak garam di Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan.  Pengambilan sampel air dilakukan di air baku, bozem, peminihan, dan meja kristalisasi  tambak garam yang kemudian sampel air tersebut dimasukan kedalam botol PET. Selanjutnya, sampel tersebut air dianalisis kandungan nitrat dengan metode brusin disulfanilat (SNI 06-2480-1991), asam askorbat untuk fosfat (SNI 06-6989.31-2005) dan alkalin sitrat untuk amonia (SNI 06-6989.30-2005). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukan adanya perbedaan kandungan nitrat, fosfat dan amonia  yang signifikan pada masing masing tiitk pengambilan sampel. Hal tersebut menunjukkan bahwa tiap kolam dengan kondisi kualitas air dan lingkungan sekitar mempengaruhi kandungan nutrien di air baku garam.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

zonalaut

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Control & Systems Engineering Energy Engineering Transportation

Description

Dalam Pengembangan dan pengolahan SDA maritim memerlukan kerjasama multidisiplin ilmu, dimana kesemua disiplin ilmu tersebut berperan besar dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Oleh karena itu diperlukan inovasi dan sinergi untuk menghasilkan riset tentang teknologi kelautan oleh ...