Mikrob patogen penyebab penyakit pada tanaman merupakan salah satu kendala bagi produktivitas pertanian terutama bagi tanaman hortikultura. Salah satunya berasal dari kelompok cendawan. Sclerotium rolfsii merupakan salah satu cendawan patogen tanaman yang  memiliki kisaran inang yang luas dan merupakan penyebab penyakit serius pada sayuran penting seperti tanaman cabai, tomat, bawang, dan tanaman sayuran lainnya. Memiliki struktur istirahat, sehingga penyakit yang ditimbulkannya  menjadi  sulit  dikendalikan.  Pengendalian secara  kimiawi  menimbulkan  dampak negatif terhadap   lingkungan. Pengendalain hayati sebagai alternatif dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Streptomyces spp. digunakan sebagai agen pengendali hayati karena mampu menghasilkan senyawa antimikrob. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat Streptomyces spp.  yang  memiliki  kemampuan  menghambat  pertumbuhan  S. rolfsii  melalui uji  in vitro  dengan menggunakan sel secara langsung. Pengujian secara in vitro 17 isolat lokal Streptomyces spp. menggunakan metode dual culture. Hasil uji 17 isolat Streptomyces spp., menunjukkan bahwa enam isolat Streptomyces spp. memiliki aktivitas penghambatan yang beragam secara in vitro terhadap S. rolfsii. Isolat LSW05 mampu menghambat dengan kuat pertumbuhan S. rolfsii dengan presentase penghambatan sebesar 84,10%, disusul oleh isolat SSW02 dengan presentase penghambatan 63,25%, LBR05  menghambat  dengan  presentase  sebesar  57,95%.  Isolat  PS4-16  mempunyai  daya penghambatan sedang dan PD2-9 memiliki penghambatan yang lemah. Sedangkan isolat LSW1 tidak mampu atau tidak dapat menghambat petumbuhan dari S. rolfsii. Hasil ini mengindikasikan bahwa isolat lokal Streptomyces spp. mempunyai kemampuan sebagai agen pengendali hayati untuk S. rolfsii. Kata kunci : Streptomyces spp., Sclerotium rolfsii, in vitro
Copyrights © 2013