Pasca Revolusi Industry 4.0 telah menunjukkan perkembangan mutakhir dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Bersamaan kehadiran Internet of Things dan Artificial Intelligent justru meninggalkan dampak negative kualitas peradaban kemanusiaan normal maupun religius yang tergerus. Komunikasi verbal, komunitas manusia berbudaya dan kehidupan fisik religious beralih kepada ruang maya, komunikasi virtual dan aplikasi. Namun ada harapan baru dalam era Society 5.0 yang berfokus kepada sinergisitas manusia dan teknologi. Tetapi para teolog dalam Gereja, Sekolah Tinggi Teologi dan institusi lainnya terkesan lambat dan kurang sensitive melakukan suatu terobosan, khususnya berkaitan dengan humanisasi peradaban kekinian. Tujuan penulisan ini menjelaskan peran dan langkah teolog dalam praktek ruang untuk memberi dasar Alkitabiah dalam humanisasi peradaban era society 5.0. Metode penelitian adalah kualitatif deskripstif dengan pendekatan study literature. Konstruksinya adalah teolog berperan dalam; [1] Pengajaran dan praktek Alkitabiah yang fundamental tentang humanisasi peradaban. [2] Antisipasi teori humanisasi peradaban global yang menekan. [3] Pembangunan profetik kepemimpinan humanis generasi digital [4] Pembangunan manusia seutuhnya secara lokal dan global. Kesimpulan bahwa peran dan langkah teolog berpengaruh besar dalam Pengajaran dasar tentang peradaban kemanusiaan Alkitabiah di tengah peradaban baru era society 5.0. Selain itu teolog harus mampu menggunakan ruang hybrid dan mix method dalam metode pelayanan dan kotbah pengajaran secara simultan atau partial. Sarannya adalah komunitas para teolog senior maupun muda secara kontinyu mempresentasikan theology humanisasi dalam seminar dan pelatihan untuk mengantisipasi peradaban dunia yang berubah. Hal paling terpenting adalah para teolog harus sensitive dan menjadi bagian dalam kegerakan humanisasi peradaban khususnya di kalangan generasi milenial
Copyrights © 2022