Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Belancan, Bangli, dari bulan Mei sampai Oktober 2021, yang bertujuan agar tanaman jeruk dapat berbuah di luar musim dan peningkatan kualitas buah dalam mendukung agrowisata berbasis jeruk. Sebagai peserta adalah pengurus dan anggota kelompok tani Dana Pertiwi. Implementasi kegiatan menggunakan pendekatan bekerja sambil belajar (learning bay doing). Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui penyuluhan dan pendampingan serta transfer teknologi tentang pembuahan di luar musim melalui demplot dengan aplikasi teknik pemangkasan ranting, tunas air dan cabang tidak produktif serta pemberian KNO3 dengan konsentrasi 40 g/l. Sedangkan peningkatan kualitas buah dilakukan dengan teknologi pemupukan berimbang dan pemberian dolomit sebagai sumber kalsium (Ca) dengan dosis 500 g/pohon. Hasil penyuluhan dan pendampingan menunjukkan bahwa melalui implementasi metode learning by doing, mereka menyatakan dapat dengan mudah mengerti dan memahami bagaimana melakukan teknologi agar jeruk siam dapat berbuah di luar musimnya, sehingga tersedia buah sepanjang tahun dengan kerusakan buah yang minimal sehingga dapat meningkatkan kualitas buah. Berdasarkan evaluasi melalui penyebaran kuesioner, diperoleh bahwa peserta menujukkan 84,00% responden menyatakan sangat puas dan 16,00% menyatakan puas terhadap metode kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan, tentang teknologi pembuahan tanaman jeruk di luar musim dalam mendukung agrowisata berbasis jeruk. Berarti tidak ada respondent yang menyatakan tidak puas atau kurang puas. Yang sangat menggembirakan adalah 76,00% responden menyatakan sangat tertarik dan sisanya 24,00% menyatakan teratrik untuk mempraktekan di kebun mereka sendiri. Hal ini berarti 100% peserta tertarik untuk menerapkan teknologi pembuahan di luar musim dan teknologi peningkatan kualitas buah di kebun mereka sendiri.
Copyrights © 2021