Konsumsi paracetamol sebagai antipiretik secara berkepanjangan dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh. Maka untuk menghindarinya, masyarakat banyak beralih menggunakan tanaman sebagai terapi. Alasan lain pemilihan terapi dengan tanaman yaitu lebih terjangkau serta kepercayaan keluarga terhadap khasiat suatu tanaman. Tujuan dari review artikel ini ialah memberikan informasi mengenai beberapa tanaman obat yang memiliki aktivitas antipiretik. Metode yang digunakan studi ini adalah systematic literature review yang ditelusuri melalui database Google Scholar. Literatur yang digunakan diterbitkan tahun 2012 sampai 2022 dan diperoleh sebanyak 10 jurnal sebagai data primer. Dari 10 tanaman yang ditelaah, biji Mahoni (5 mg/200 kg BB) memiliki efek antipiretik terbesar selanjutnya diikuti dengan daun Paliasa dan Cocor bebek (200 mg/kg BB). Aktivitas antipiretik timbul karena adanya senyawa flavonoid pada tanaman yang bekerja sebagai inhibitor biosintesis prostaglandin dengan menghambat enzim siklooksigenase – 2 sehingga dapat menurunkan suhu tubuh sampai normal kembali.
Copyrights © 2022