Jurnal Farmasetis
Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Farmasetis: Mei 2022

Review Artikel: Tanaman Obat yang Memiliki Aktivitas Antipiretik secara In Vivo

Eria Khoirunisa Amelia (Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang)



Article Info

Publish Date
28 May 2022

Abstract

Konsumsi paracetamol sebagai antipiretik secara berkepanjangan dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh. Maka untuk menghindarinya, masyarakat banyak beralih menggunakan tanaman sebagai terapi. Alasan lain pemilihan terapi dengan tanaman yaitu lebih terjangkau serta kepercayaan keluarga terhadap khasiat suatu tanaman. Tujuan dari review artikel ini ialah memberikan informasi mengenai beberapa tanaman obat yang memiliki aktivitas antipiretik. Metode yang digunakan studi ini adalah systematic literature review yang ditelusuri melalui database Google Scholar. Literatur yang digunakan diterbitkan tahun 2012 sampai 2022 dan diperoleh sebanyak 10 jurnal sebagai data primer. Dari 10 tanaman yang ditelaah, biji Mahoni (5 mg/200 kg BB) memiliki efek antipiretik terbesar selanjutnya diikuti dengan daun Paliasa dan Cocor bebek (200 mg/kg BB). Aktivitas antipiretik timbul karena adanya senyawa flavonoid pada tanaman yang bekerja sebagai inhibitor biosintesis prostaglandin dengan menghambat enzim siklooksigenase – 2 sehingga dapat menurunkan suhu tubuh sampai normal kembali.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

far

Publisher

Subject

Education Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal farmasetis merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. Jurnal farmasetis berfokus pada topik teknologi farmasi, manajemen, farmasi sosial, obat tradisional, dan farmakologi yang mencakup 17 pilar meliputi: Pengelolaan resep, Swamedikasi, Manajemen ...