Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pandangan guru dan siswa mengenai kekerasan simbolik di UPT SMAN 4 Sinjai, 2) Bentuk-bentuk kekerasan simbolik di UPT SMAN 4 Sinjai. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru dan siswa yang berada dalam arena kekerasan simbolik dilingkungan sekolah. Adapun jumlah informan teridiri dari 14 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan kriteria: guru UPT SMAN 4 Sinjai yang menjadi pelaku kekerasan simbolik, dan siswa UPT SMAN 4 Sinjai yang menjadi korban kekerasan simbolik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan member check sebagai teknik keabsahan data. Kemudian data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pandangan guru mengenai kekerasan simbolik di UPT SMAN 4 Sinjai adalah guru tidak menyadari dan tidak mengakui bahwa tindakan yang diberikan kepada siswa merupakan kekerasan simbolik, melainkan sebagai bentuk upaya yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kedisiplinan kepada siswa. Pandangan siswa mengenai kekerasan simbolik di UPT SMAN 4 Sinjai adalah siswa menganggap bahwa tindakan tegas yang dilakukan oleh guru merupakan hal yang sudah wajar dilakukan. 2) Bentuk-bentuk kekerasan simbolik di UPT SMAN 4 Sinjai adalah a) sistem full day school, b) program buku merah, c) mekanisme eufemisasi (perintah, keharusan, kepercayaan, pemberian bonus, penegasan dan pencitraan) dan d) mekanisme sensorisasi (kesantunan, ancaman, dan permarjinalan).
Copyrights © 2023