Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan jalan nasional dengan fungsi arteri primer yang menghubungkan Kota Semarang-Solo dan Kota Semarang-Yogyakarta, menjadi jalur angkutan penumpang dan barang antar kota dan antar provinsi. Jalan ini mempunyai kondisi topografi perbukitan dengan tanjakan/ turunan yang panjang dan menerus (±2 km) dengan kelandaian bervariasi antara 2% sampai dengan 8%, selain itu terdapat panjang kritis yang tidak sesuai dengan ketentuan geometrik jalan. Permasalahan tersebut menyebabkan berkurangnya kecepatan kendaraan yang menanjak sehingga menimbulkan antrian dan kecepatan kendaraan yang menurun akan bertambah sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan alternatif penyelesaian masalah dengan membangun lajur pendakian pada bagian jalan yang menanjak dan membangun ram penyelamat darurat pada bagian jalan yang menurun. Berdasarkan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota (TPGJAK) No.038/TBM/1997 dan Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen Pd.T-14-2003, dibutuhkan sebuah lajur pendakian sepanjang 825 m dengan lebar lajur 3,5 m dan bahu diperkeras 0,6 m menggunakan perkerasan beton bersambung tanpa tulangan setebal 18 cm. Sesuai dengan AASHTO 2001, ram penyelamat darurat dirancang dengan tipe descending grade sepanjang 333 m dengan lebar 10 m dan maksimum kecepatan kendaraan yang diijinkan sebesar 130 km/jam, jenis material yang digunakan berupa pasir lepas setebal 1 m.
Copyrights © 2013